Penyebab Sariawan Puting pada Ibu Menyusui
·waktu baca 2 menit

Sariawan pada mulut merupakan hal yang umum terjadi, tapi tahukah Anda bahwa gangguan kesehatan itu juga bisa muncul di puting? Ya Moms, ini disebut sariawan puting dan biasanya dirasakan oleh ibu menyusui.
Mengutip The Womens, sariawan puting terjadi karena infeksi jamur yang disebabkan oleh organisme candida albicans, yang juga dapat menginfeksi jaringan payudara. Lantas, apa penyebab sariawan muncul di puting, ya?
Penyebab Sariawan Puting pada Ibu Menyusui
Sariawan pada puting payudara, bisa terkait dengan riwayat sariawan pada vagina, penggunaan antibiotik, atau pun karena puting lecet. Namun terkadang, penyebabnya bisa juga tidak diketahui, Moms.
Selain itu, bakteri candida albicans juga dapat ditularkan ke puting lewat mulut si kecil. Sebab, kekebalan tubuh bayi belum berkembang dengan sempurna, jadi menyebabkan pertumbuhan jamur berlebihan dan akhirnya menyebabkan sariawan.
“Ibu menyusui lebih rentan terhadap infeksi jenis ini ketika puting mereka retak,” jelas Danika Severino Wynn, CNM, IBCLC, seorang bidan dan konsultan menyusui di Maven, Network, seperti dikutip dari Parents.
Gejala Sariawan Puting pada Ibu Menyusui
Sariawan puting terasa nyeri, rasanya seperti terbakar, gatal, atau menyengat mulai dari sakit ringan hingga parah. Rasa sakitnya akan berlanjut dan tidak hilang walaupun pelekatan bayi sudah benar.
Berikut tanda-tanda sariawan puting, seperti dikutip dari La Leche League:
Puting nyeri seperti terbakar
Kulit mengelupas pada puting atau areola
Kulit mengkilap pada puting atau areola
Payudara sakit padahal tidak ada benjolan atau ASI tersumbat
Nyeri menusuk di payudara di belakang areola
Gatal pada atau di sekitar puting dan areola.
Cara Mengobati Sariawan Puting pada Ibu Menyusui
Dokter biasanya akan mengobati sariawan puting dengan obat tablet atau krim antijamur. Sariawan pada bayi juga perlu diobati agar tidak terjadi infeksi berulang, Moms. Biasanya sariawan di mulut bayi dapat diobati dengan menggunakan gel atau tetes oral.
Kemudian, jangan lupa untuk menjaga agar puting tetap kering dengan sering mengganti bantalan payudara, Moms. Sebab, sariawan tumbuh dengan baik di lingkungan yang lembap dan hangat. Bila bayi juga minum ASI perah lewat botol dot, jangan lupa untuk membersihkannya dengan teliti dan sterilkan sebelum digunakan.
Untuk mencegah penyebaran sariawan, cuci tangan dengan bersih setelah mengganti popok dan sebelum atau sesudah mengoleskan krim apa pun. Jika kondisi memburuk, segera hubungi dokter, Moms.
