Penyebab Sembelit Setelah Melahirkan
ยทwaktu baca 2 menit

Sembelit menjadi masalah pencernaan umum yang kerap dialami ibu setelah melahirkan. Meski tidak semua ibu merasakannya, sembelit usai melahirkan merupakan kondisi normal yang tak perlu dikhawatirkan. Ya Moms, baik ibu yang melahirkan secara normal maupun caesar sama-sama bisa mengalaminya.
Mengutip Very Well Family, sembelit usai melahirkan disebabkan oleh beberapa faktor dan berhubungan juga dengan perubahan yang terjadi di tubuh ibu. Misalnya, dehidrasi atau kekurangan cairan, kerusakan otot dasar panggul, hingga perubahan hormonal.
Sembelit bisa terjadi secara ringan hingga parah dan sangat mengganggu. Namun, sembelit biasanya hanya terjadi selama beberapa hari hingga satu minggu, sebab, sistem pencernaan ibu membutuhkan sedikit waktu untuk kembali normal setelah melahirkan.
Dikutip dari MomJunction, berikut ini 10 penyebab umum sembelit setelah melahirkan yang bisa dialami ibu.
10 Penyebab Umum Sembelit Setelah Melahirkan
Jika ibu melewati proses persalinan yang lama tanpa asupan makanan atau buang air besar saat persalinan, mereka mungkin bisa sembelit selama 1-2 hari setelahnya. Sebab, ketiga hal tersebut membuat usus ibu kosong yang kemudian menimbulkan sembelit.
Operasi caesar membuat usus tidak dapat berfungsi normal dalam mencerna makanan, sehingga menyebabkan sembelit selama 3-4 hari usai persalinan.
Kadar hormon progesteron yang tinggi akibat perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan konstipasi kronis setelah melahirkan, Moms.
Pereda nyeri yang diberikan tenaga medis selama persalinan atau setelahnya dapat memperlambat buang air besar ibu.
Vitamin pranatal yang dikonsumsi ibu menyusui juga bisa menyebabkan konstipasi. Ibu mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter bila sembelit terjadi lebih dari satu minggu.
Ibu hamil yang mengalami anemia mungkin disarankan untuk mengonsumsi vitamin zat besi. Nah, suplemen jenis ini juga dapat menyebabkan sembelit setelah ibu melahirkan.
Persalinan melalui metode forsep atau ventouse juga dapat menyebabkan masalah usus yang berkepanjangan setelah melahirkan, sehingga ibu bisa mengalami konstipasi.
Robekan jalan lahir yang parah setelah melahirkan juga berdampak pada frekuensi buang air besar ibu.
Episiotomi (sayatan di perineum) saat melahirkan dapat menyebabkan nyeri yang membuat ibu sulit buang air besar setelahnya.
Sistem pencernaan umumnya melambat selama persalinan dan kondisi ini bisa berlanjut hingga beberapa hari setelahnya.
