kumparan
3 Januari 2020 18:07

Penyebab Susah Tidur di Trimester Ketiga Kehamilan

Ibu hamil sulit tidur. Foto: Shutterstock
Trimester ketiga kehamilan menjadi salah satu fase yang paling sulit dijalani ibu hamil. Ya Moms, selain frekuensi buang air kecil yang semakin sering dan mengalami bengkak di beberapa bagian tubuh, ibu hamil juga biasanya mengalami masalah susah tidur. Berbagai posisi tidur mulai dari ke kanan atau ke kiri, telentang, dan setengah duduk pun rasanya jadi serba salah karena tidak nyaman.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa yang menyebabkan ibu hamil susah tidur di trimester ketiga kehamilan? Berikut kumparanMOM merangkumnya seperti dikutip dari laman Sleep Foundation.
Nyeri Punggung Saat Hamil Foto: Thinkstock
1. Nyeri punggung dan nyeri otot
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Departemen Anestesiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Yale, New Haven, Connecticut, AS, ada 950 responden ibu hamil yang mengalami nyeri punggung bagian bawah selama kehamilan. Hal ini pun berdampak pada aktivitas sehari-hari yang mereka lakukan. Kemudian sebanyak 645 responden melaporkan bahwa sakit punggung menjadi salah satu masalah ibu hamil susah tidur di trimester ketiga kehamilan.
Nyeri punggung ini juga dapat dikaitkan dengan ligamen antara tulang pelvis dan persendian yang melonggar untuk persiapan kelahiran buah hati. Mengandung bayi yang semakin berat juga dapat memengaruhi postur tubuh wanita sehingga banyak ibu hamil merasa tidak nyaman saat berjalan, duduk, dan tidur.
ADVERTISEMENT
2. Terbangun di malam hari
Meski hal ini juga terjadi pada trimester pertama kehamilan, tapi penelitian yang dilakukan dr. Mindell dan dr. Barry J. Jacobson dalam laporan berjudul 'Sleep Disturbances During Pregnancy' itu menunjukkan bahwa pada trimester akhir kehamilan, 97,3 persen wanita terbangun di malam hari.
Dua pertiga dari ibu hamil dalam seminggu terbangun beberapa kali selama lima kali bahkan lebih. Hal ini lantas menyebabkan siklus tidur ibu hamil itu sendiri menjadi terganggu.
3. Mendengkur
Banyak ibu hamil yang mulai mendengkur di trimester ketiga kehamilan ini. Hal ini biasanya disebabkan karena hidung tersumbat dan terjadi peningkatan lingkar perut dan uterus yang menekan diafragma. Ada sekitar 30 persen ibu hamil mendengkur karena mengalami peningkatan pembengkakkan di saluran hidung yang dapat menghalangi saluran udara.
ADVERTISEMENT
Mendekur sebenarnya tak baik bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya, karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan membahayakan ibu dan janin. Jika penyumbatan di hidung parah, dapat menyebabkan sleep apnea (gangguan tidur) yang ditandai dengan mendengkur yang keras dan periode-periode berhenti bernapas selama tidur.
Ibu hamil mengalami kram kaki. Foto: Dok.Pixabay
4. Kram Kaki dan Restless Legs Syndrome (RLS)
Sebuah riset yang dilakukan National Sleep Foundation menunjukkan bahwa 15% ibu hamil mengalami restless legs syndrome (RLS) atau sindrom kaki gelisah di trimester ketiga kehamilan. Gejala dari hal tersebut di antaranya perasaan tidak nyaman di kaki, betis atau kaki bagian atas, kram, dan kesemutan. Untuk menghentikan gejala tersebut untuk sementara waktu, Anda pun dianjurkan untuk menggerak-gerakan kaki secara perlahan.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, kram kaki biasanya terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Kram lebih sering terjadi di malam hari sehingga mengganggu tidur ibu hamil. Kram kaki sendiri dapat disebabkan oleh kelebihan fosfor dan kekurangan kalsium, Moms.
Nah, untuk menghindari 4 hal di atas, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan jika susah tidur di trimester ketiga kehamilan ini.
1. Cobalah untuk tidak tidur berbaring telentang dalam waktu yang cukup lama.
2. Coba gunakan bantal khusus ibu hamil yang membantu Anda dapat tidur lebih baik.
3. Cobalah tidur dengan posisi menghadap ke kiri. Hal ini memungkinkan aliran darah dapat berjalan dengan baik ke janin, rahim dan ginjal.
4. Jika Anda mulai mendengkur, coba periksa tekanan darah Anda ke dokter.
ADVERTISEMENT
5. Jika Anda mengalami restless legs syndrome (RLS) atau sindrom kaki gelisah di trimester ketiga kehamilan, sebaiknya bicarakan kondisi tersebut ke dokter agar dokter cepat mendapat tindakan lebih lanjut.