Penyebab Umum Anak Kelelahan
·waktu baca 2 menit

Anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang umumnya senang mencoba berbagai hal baru. Alhasil, aktivitas yang terlalu padat setiap harinya bisa membuat si kecil kelelahan. Bahkan, anak yang terlalu lelah sulit pulih ke kondisi bugar meski sudah beristirahat.
Anak-anak yang mengalami kelelahan kronis memperlihatkan tanda-tanda seperti tidak bisa bangun dari tempat tidur, merasa pusing setelah berdiri lalu duduk, sakit kepala dan sakit tenggorokan, hingga menurunnya fungsi kognitif.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui beberapa hal yang bisa menyebabkan anak kelelahan agar dapat mengantisipasi risikonya.
4 Penyebab Umum Anak Kelelahan
1. Stimulasi berlebihan
Menurut dokter yang fokus pada perawatan kesehatan dan medis, dr. Bisny T. Joseph, MD, stimulasi berlebihan dan dehidrasi kerap menjadi penyebab umum kelelahan kronis pada anak-anak. Bila si kecil melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, ia mungkin tampak lelah dalam beberapa hari. Aktivitas yang padat bisa menguras energi dan cairan tubuh, sehingga menyebabkan anak dehidrasi.
"Kelelahan karena overstimulasi pada anak sering ditandai dengan kecanggungan, kelesuan, kantuk, dan iritasi. Sementara, aktivitas fisik yang terlalu banyak juga dapat membuat anak dehidrasi kronis sehingga menyebabkan kelelahan dan pusing,” kata dr. Bisny, seperti dikutip dari Mom Junction.
2. Malnutrisi
Kekurangan nutrisi seperti zat besi, B12 dan vitamin, juga dapat menyebabkan kelelahan pada anak-anak. Kondisi ini disebabkan oleh pola makan yang buruk, hingga masalah kesehatan seperti infeksi. Selain kelelahan, gejala malnutrisi lainnya termasuk penurunan berat badan, lesu, kehilangan nafsu makan, rambut rontok, kulit pucat dan kuku rapuh.
3. Gangguan tidur
Waktu tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk mengembalikan stamina anak. Oleh karena itu, kurang tidur karena berbagai gangguan seperti, stres, sleep apnea, insomnia, sindrom kaki gelisah, hingga masalah medis pada pernapasan dapat menyebabkan si kecil kelelahan, Moms.
Siklus tidur yang buruk dapat menyebabkan kelelahan, kantuk di siang hari, hilang fokus, hingga kinerja akademik anak di sekolah yang menurun.
4. Depresi
Depresi pada anak-anak dan remaja sering kali diabaikan dan dianggap sebagai perilaku normal mereka. Padahal, anak-anak bisa saja mengalami masalah depresi serius seperti halnya orang dewasa.
Mengutip Anxiety and Depression Association of America, beberapa tanda umum depresi termasuk kehilangan minat, kelelahan ekstrem, menarik diri dari lingkungan sosial, kesulitan berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan, dan gangguan tidur.
