Kumparan Logo

Penyebab Umum Bayi Sering Rewel dan Cara Mengatasinya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi menangis atau rewel. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menangis atau rewel. Foto: Shutter Stock

Tidak seperti orang dewasa yang dapat mengungkapkan keinginan dengan jelas, bayi hanya punya satu cara utama untuk menyampaikan apa yang ia rasakan, yaitu dengan cara menangis.Tangisan bayi sering kali dianggap sebagai tanda rewel atau manja. Padahal, menangis adalah cara bayi memberi tahu bahwa ada sesuatu yang ia butuhkan atau rasakan. Mungkin saja dia lapar, haus, popok basah, atau kepanasan.

Nah Moms, agar lebih tenang dan bisa mencari solusi dengan tepat, yuk, pahami penyebab umum bayi rewel, seperti dikutip dari Healthline.

Penyebab Umum Bayi Rewel

1. Lapar

Ilustrasi bayi menangis. Foto: sutlafk/Shutterstock

Lapar adalah penyebab paling umum bayi menangis. Saat merasa lapar, bayi biasanya mulai gelisah, mengecap bibir, atau memasukkan tangan ke mulut. Jika sinyal ini diabaikan, tangisan pun akan muncul sebagai “peringatan”. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda awal ini agar kebutuhan bayi terpenuhi tepat waktu.

2. Popok Penuh

Bayi memiliki kulit yang sensitif dan mudah merasa tidak nyaman. Popok yang penuh atau basah bisa membuat mereka gelisah dan rewel. Solusinya, rutinlah mengecek popok setiap beberapa jam dan segera ganti jika sudah terasa berat atau lembap.

3. Suhu Ruangan Tidak Nyaman

Ilustrasi popok bayi. Foto: Shutter Stock

Bayi bisa merasa tidak nyaman jika suhu ruangan terlalu panas atau dingin. Suhu ideal untuk kamar bayi adalah sekitar 25–26°C. Saat bepergian, pastikan bayi mengenakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca, seperti pakaian hangat saat dingin dan baju tipis yang menyerap keringat saat cuaca panas.

4. Kelelahan

Meski belum banyak aktivitas, bayi juga bisa kelelahan, terutama jika tidak cukup tidur. Kurang tidur bisa membuat mereka lebih mudah rewel dan sulit ditenangkan.

-Bayi baru lahir (0–3 bulan) butuh sekitar 14–17 jam tidur sehari.

-Bayi usia 4–12 bulan membutuhkan sekitar 12–16 jam tidur per hari.

Cara Menenangkan Bayi yang Rewel

1. Membedong

sebaiknya bayi tidak dibedong terlalu ketat Foto: Shutterstock

Gunakan kain tipis dan lembut untuk membedong bayi. Balutan yang pas (tidak terlalu ketat) bisa memberikan rasa aman, seperti saat ia masih berada di dalam kandungan.

2. Putar Suara Menenangkan

Bayi sering kali merasa tenang saat mendengar suara lembut atau white noise, seperti suara hujan, detak jantung, atau kipas angin. Kamu bisa menggunakan alat bantu atau aplikasi suara untuk menciptakan suasana yang membuat bayi rileks.

3. Gendong dan Ayun Perlahan

Ilustrasi bayi digendong ibu. Foto: Shutter Stock

Gendong bayi sambil mengayunkannya secara perlahan. Gerakan ini bisa mengingatkan bayi pada sensasi saat berada di rahim, membuatnya merasa lebih nyaman dan aman.

4. Beri Kehangatan dan Temani

Kadang-kadang, bayi hanya butuh kehadiran dan sentuhan orang tuanya. Dekap si kecil, tenangkan dengan suara lembut, dan tepuk punggungnya perlahan. Kehangatan tubuh ibu atau ayah dapat memberikan rasa nyaman luar biasa bagi bayi lho, Moms.

kumparan post embed