Kumparan Logo

Perbedaan Cara Belajar Anak Laki-Laki dan Perempuan Secara Umum

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak laki-laki dan perempuan sekolah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak laki-laki dan perempuan sekolah. Foto: Shutterstock

Anak laki-laki dan perempuan sangat bertolak belakang dalam banyak hal. Salah satu yang membuat mereka berbeda secara signifikan adalah cara kerja otaknya.

Mengutip WebMD, di dalam otak terdapat area korteks serebral yang mengatur memori, perhatian, pikiran, dan bahasa. Nah, area korteks serebral pada anak perempuan lebih fokus untuk menjalankan fungsi verbal. Sedangkan pada anak laki-laki lebih menonjolkan fungsi spasial dan mekanis.

Selain itu, wilayah otak hipokampus yang berfungsi untuk penyimpanan memori verbal berkembang lebih cepat pada anak perempuan.

Sejumlah perbedaan di otak ini tentunya berefek pada cara anak belajar mereka di sekolah. Yuk, simak perbedaan cara belajar anak laki laki dan perempuan selengkapnya dalam artikel ini, Moms.

Perbedaan Cara Belajar Anak Laki-Laki dan Perempuan

ilustrasi anak laki-laki dan perempuan. Foto: Shutterstock

Dalam hal belajar, anak laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang signifikan. Dikutip dari Teacher Lists, anak perempuan cenderung lebih cepat menguasai keterampilan berbahasa, seperti berbicara, membaca, dan menulis.

Meskipun anak laki-laki tertinggal dalam hal tulis-menulis, tapi mereka sering kali lebih unggul dalam matematika dan sains. Mereka cenderung suka membangun sesuatu, memanipulasi objek, dan membayangkan objek yang rumit dalam pikirannya.

Itulah mengapa anak laki-laki lebih tertarik pada mainan konstruksi seperti lego. Mereka juga cenderung suka mainan yang melibatkan gambar serta gerakan.

Mengutip WebMD, anak laki-laki juga memiliki hormon serotonin dan oksitosin yang lebih sedikit dibandingkan anak perempuan. Kedua hormon itu berperan menciptakan rasa tenang pada diri. Makanya, anak laki-laki sering merasa gelisah dan bertindak impulsif.

Tidak seperti anak perempuan yang bisa duduk tenang mendengarkan penjelasan guru, anak laki-laki mungkin akan terus membuat keributan dengan teman-temannya. Hal ini tak jarang membuat guru kesal jika mereka tidak paham perbedaan ini.

Anak laki-laki dan perempuan juga memiliki sikap yang berbeda setelah belajar di sekolah. Begitu tiba di rumah, anak perempuan umumnya suka berbicara.

Sedangkan anak laki-laki lebih sering menolak jika diajak mengobrol oleh orang tuanya. Mereka cenderung suka menikmati waktu sendiri dengan mendengarkan musik, menonton video, main game, atau melamun.

TIps Membantu Anak Laki-Laki dan Perempuan Belajar di Rumah

Ilustrasi Membantu Anak Laki-Laki dan Perempuan Belajar di Rumah. Foto: Shutterstock

Setiap orang tua pastinya ingin membantu buah hatinya untuk belajar lebih baik di rumah. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan dalam membimbing si kecil belajar berdasarkan gendernya:

1. Tips membantu anak laki-laki belajar

  • Dorong anak untuk belajar, tapi tetap berikan mereka kesempatan untuk beristirahat dan bergerak. Misalnya, waktu belajar selama 15 menit, kemudian istirahat untuk bermain selama 15 menit.

  • Kombinasikan pelajaran dan gerakan. Misalnya, Anda memberikan si kecil kuis. Jika jawabannya salah, konsekuensinya harus naik turun tangga sebanyak tiga kali. Kalau jawabannya benar, mereka bisa mendapatkan hadiah atau Anda yang naik-turun tangga sebanyak tiga kali.

  • Temukan cara kreatif untuk membantu anak tetap fokus. Misalnya, membiarkan anak membaca di atas ayunan alih-alih di kursi.

2. Tips membantu anak perempuan belajar

  • Sediakan mainan dan aktivitas yang mendorong anak untuk membangun dan memanipulasi suatu objek. Contohnya, puzzle, lego, dan balok.

  • Ajak anak diskusi terkait sebuah masalah sederhana, lalu minta mereka menulis serta mencari cara untuk menyelesaikan masalah itu. Aktivitas ini akan membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

  • Tunjukkan konsep matematika dan sains dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat mengiris pizza, tunjukkan padanya bahwa Anda menggunakan metode pecahan.

Baca Juga: 7 Cara Menasihati Anak Laki-Laki Secara Efektif