Kumparan Logo

Perbedaan Imunisasi DT dan TD dalam Program BIAS

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan anak di Indonesia ialah dengan melaksanakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit campak, rubela, tetanus, dan difteri yang rentan menjangkiti anak-anak.

Tak hanya itu, program BIAS juga menyediakan vaksin untuk membangun kekebalan tubuh anak perempuan terhadap penyakit kanker leher rahim atau kanker serviks. Dengan adanya program ini diharapkan anak-anak bisa tumbuh lebih sehat ketika dewasa nanti.

Dalam prosesnya, anak akan diberi sejumlah vaksin dalam dosis dan jangka waktu tertentu. Di antara banyaknya vaksin tersebut, terdapat vaksin DT dan TD yang sering kali membuat bingung sebagian orang. Yuk, simak perbedaan imunisasi DT dan TD di bawah ini, Moms.

Perbedaan Imunisasi DT Dan TD

Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Szefei/Shutterstock

Diphteria Tetanus (DT) dan Tetanus Diphteria (TD) merupakan vaksin yang berguna untuk melawan penyakit tetanus. Menurut buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) susunan Kemenkes, tetanus merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh spora bakteri clostridium tetani.

Gejalanya berupa kram otot, kejang, serta kesulitan dalam menelan dan bernapas. Diperkirakan sekitar 34.000 bayi meninggal akibat tetanus pada tahun 2015 di seluruh dunia. Ternyata, jumlah ini sudah sangat berkurang dibandingkan kasus pada tahun 1988.

Penurunan tersebut mencapai angka 96% dan terus dioptimalkan seiring waktu. Salah satu faktor yang mendorong penurunan masif ini yaitu karena sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, memiliki lingkungan yang semakin bersih dan aman.

Selain itu, pemerintah di seluruh dunia juga mulai menggalakkan program imunisasi. Imunisasi untuk melawan tetanus sendiri terdiri dari tiga jenis vaksin, yakni DPT (difteri, pertussis, dan tetanus), DT, dan TD.

Ilustrasi vaksin untuk anak. Foto: Shutter Stock

Perbedaan ketiga vaksin tersebut terletak pada jadwal pemberiannya. Dirangkum dari buku Juknis BIAS, berikut alur pemberian vaksin tetanus yang bisa Anda simak:

  • Anak akan diberikan vaksin DPT sebanyak tiga kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan vaksin booster sebanyak dua kali pada usia 18 bulan dan 5–7 tahun.

  • Setelah itu, anak diberikan vaksin DT sebanyak satu kali saat berusia 7 tahun atau ketika menduduki bangku kelas 1 SD. Dosisnya hanya 0,5 ml dan disuntikkan pada bulan November.

  • Satu tahun berikutnya, tepatnya saat anak berusia 8 tahun (kelas 2 SD) di bulan November, anak akan diberikan vaksin TD sebanyak 0,5 ml.

  • Vaksin TD kembali disuntikkan pada anak saat berusia 11 tahun (kelas 5 SD) pada bulan November juga.

Perlu dicatat, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional menganjurkan untuk memberikan vaksin DT pada anak di bawah usia 7 tahun apabila mereka mengalami kontra indikasi terhadap komponen pertusis saat diberikan vaksinasi DTP.

Selain itu, perlu dipahami bahwa pemberian vaksin BIAS tidak hanya untuk anak sekolah, Moms. Bagi anak yang tidak bersekolah, vaksin akan tetap diberikan sesuai usianya.

Baca Juga: Cegah Campak dan Rubela, Imunisasi Lengkap Jadi Syarat Anak Masuk Sekolah