Kumparan Logo

Perbedaan Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi IDAI Tahun 2017 dan 2020

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
imunisasi - POTRAIT Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
imunisasi - POTRAIT Foto: Shutterstock

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara resmi telah merilis rekomendasi jadwal imunisasi terbaru untuk anak usia 0-18 tahun. Ya Moms, ada cukup banyak perubahan jadwal dibandingkan rekomendasi jadwal imunisasi anak tahun 2017.

IDAI mengungkapkan bahwa jadwal baru ini mempertimbangkan perkembangan berbagai program imunisasi di Indonesia dan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Lalu, apa saja perbedaannya? Berikut uraiannya.

kumparan post embed

Perbedaan Jadwal Imunisasi Baru dan Lama

Imunisasi untuk anak. Foto: Shutterstock
  1. Hepatitis B

Pada jadwal imunisasi IDAI tahun 2017, imunisasi Hepatitis B (HB) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Sementara, pada jadwal imunisasi terbaru tahun 2020 ini, vaksin HB sebaiknya diberikan segera setelah lahir pada semua bayi sebelum berumur 24 jam.

  1. Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV)

IPV dalam jadwal imunisasi 2017, paling sedikit harus diberikan satu kali bersamaan dengan OPV3. Namun pada jadwal imunisasi 2020, bOPV atau IPV selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTP. Jadi, IPV minimal diberikan dua kali sebelum berumur 1 tahun.

  1. Bacillus Calmette Guerine (BCG)

Pada jadwal imunisasi 2017, BCG akan optimal jika diberikan di usia 2 bulan. Sedangkan di jadwal imunisasi yang baru, BCG sebaiknya diberikan setelah lahir atau sesegera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan.

  1. Difteri, Tetanus, Pertusis (DTP)

DTP dalam jadwal imunisasi yang lama, booster diberikan pada umur 5 tahun. Namun, di jadwal imunisasi terbaru, booster diberikan pada umur 5-7 tahun, atau pada program BIAS kelas 1 sesuai dengan Permenkes No. 12 tahun 2017.

Imunisasi untuk anak. Foto: Shutterstock
  1. Haemophilus Influenzae B (Hib)

Di dalam jadwal imunisasi yang lama, booster Hib diberikan pada umur 15-18 bulan. Sedangkan pada jadwal terbaru, diberikan pada umur 18 bulan bersama DTwP atau DTaP.

  1. Pneumokokus

Dalam jadwal imunisasi 2017, jika PCV diberikan pada usia 7-12 bulan, maka diberikan dua kali dengan interval dua bulan. Sementara di usia satu tahun diberikan satu kali. Keduanya juga perlu booster pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal dua bulan setelah dosis terakhir. Lalu, pada anak usia di atas dua tahun, PCV diberikan cukup satu kali.

kumparan post embed

Sedangkan dalam jadwal imunisasi 2020, jika PCV belum pernah diberikan pada umur 7-12 bulan, maka berikan PCV dua kali dengan jarak minimal satu bulan. Kemudian, berikan booster setelah umur 12 bulan dengan jarak minimal 2 bulan dari dosis sebelumnya.

Jika belum pernah diberikan pada umur 1-2 tahun, berikan PCV dua kali dengan jarak minimal dua bulan, PCV13 diberikan satu kali. Lalu pada Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus Konjugasi Kementerian Kesehatan, PCV diberikan pada umur 2 bulan, 3 bulan, dan 12 bulan.

Imunisasi Foto: Freepik
  1. Rotavirus

Vaksin rotavirus monovalen (RV1) dalam jadwal imunisasi 2020 diberikan dua dosis. Dosis pertama diberikan mulai usia 6 minggu, dosis kedua diberikan dengan interval minimal 4 minggu dan dosis kedua paling lambat 24 minggu.

Kemudian vaksin rotavirus pentavalen (RV5) diberikan dalam tiga dosis, dosis pertama pada umur 6-12 minggu, interval antar dosis 4-10 minggu, dan dosis ketiga diselesaikan maksimal pada umur 32 minggu.

  1. Influenza

Pada jadwal imunisasi yang lama, imunisasi influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan. Sedangkan pada jadwal tahun 2020, diberikan mulai umur 6 bulan.

  1. Campak dan Rubella

Dalam jadwal imunisasi tahun 2017, pada usia 9 bulan diberikan imunisasi campak. Sedangkan di jadwal terbaru, diberikan vaksin campak rubella atau MR.

  1. Japanese Ensefalitis (JE)

Vaksin JE di jadwal imunisasi tahun 2017 diberikan mulai umur 12 bulan. Sedangkan, di jadwal terbaru tahun 2020, vaksin JE diberikan mulai umur 9 bulan.

Ilustrasi anak sedang diimunisasi. Foto: Shutter Stock
  1. Varisela

Vaksin varisela dalam jadwal imunisasi tahun 2017 diberikan setelah usia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu dua dosis dengan interval minimum 4 minggu.

Sementara dalam jadwal imunisasi 2020, varisela mulai diberikan pada usia 12-18 bulan. Pada umur 1-12 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Pada umur 13 tahun atau lebih diberikan 2 dosis dengan interval 4 sampai 6 minggu.

  1. Hepatitis A

Pada jadwal imunisasi yang lama, hepatitis A diberikan mulai umur 2 tahun, dua kali dengan interval 6-12 bulan. Sedangkan pada jadwal terbaru tahun 2020, diberikan mulai umur 1 tahun dan dosis kedua diberikan setelah 6 bulan sampai 12 bulan kemudian.

  1. Dengue

Pada jadwal imunisasi 2017, vaksin dengue diberikan pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0, 6, 12 bulan. Sementara di jadwal terbaru ditambahkan prasyarat, yakni jika diberikan pada anak umur 9-16 tahun yang pernah dirawat dengan diagnosis dengue dan dikonfirmasi dengan deteksi antigen (rapid dengue test NS-1 atau PCR ELISA), atau IgM antidengue. Bila tidak ada konfirmasi tersebut, maka dilakukan pemeriksaan serologi IgG antidengue untuk membuktikan apakah pernah terinfeksi dengue.

kumparan post embed
  1. Human Papiloma Virus (HPV)

Dalam jadwal imunisasi tahun 2017, imunisasi HPV ini diberikan mulai usia 10 tahun. Namun di jadwal 2020, diberikan pada anak perempuan umur 9-14 tahun sebanyak dua kali dengan jarak 6-15 bulan atau pada program BIAS kelas 5 dan 6. Umur 15 tahun atau lebih diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan vaksin bivalen atau 0, 2, 6 bulan vaksin quadrivalen.