Perkembangan Literasi Anak Sesuai Tahapan Usia
·waktu baca 3 menit

Setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda. Namun banyak orang tua bertanya-tanya kapan anak mereka mulai bisa membaca, menulis, sampai berhitung? Mengingat saat ini banyak sekolah dasar yang mensyaratkan anak sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung, untuk masuk ke sekolah tersebut dengan usia minimal 6 tahun.
Meski tumbuh kembang setiap anak berbeda, orang tua perlu mengetahui tonggak umum pertumbuhan anak. Namun Moms, apabila tumbuh kembang anak Anda tidak sesuai dengan usianya, bukan berarti si kecil tidak memiliki kemampuan belajar seperti yang lain, ya.
Menurut Profesor Psikologi di University of California, Ross A. Thompson, PhD, ada berbagai variasi normal di banyak bidang pembelajaran untuk anak. Sehingga, sulit untuk menyimpulkan jika anak mengalami hambatan dalam belajar, maka anak mengalami masalah tumbuh kembang. Nyatanya, anak yang sudah bisa membaca di usia 4 tahun tak lantas kemampuannya intelektualnya lebih baik dibanding anak yang baru bisa membaca di usia 6 tahun.
“Mengukur anak-anak terhadap tolok ukur usia yang ditentukan terkadang menimbulkan kecemasan yang tidak semestinya pada orang tua,” jelas Thompson, seperti dikutip dari WebMD.
Oleh karena itu, orang tua perlu mengenal tahapan normal perkembangan literasi pada anak, mulai dari membaca, menulis, sampai berhitung sesuai usia. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Tahap Perkembangan Literasi Sesuai Usia Anak
Usia 2-4 tahun
Pada usia 2-4 tahun, anak mulai mempelajari keterampilan motorik halus yang diperlukan untuk belajar membaca dan menulis. Misalnya, belajar menarik garis, menggambar lingkaran, menghubungkan titik-titik, dan mewarnai. Sebaiknya gunakan alat tulis dengan pegangan gemuk agar anak mudah menggunakannya ya, Moms.
Selain itu, pada usia 2-3 tahun anak mulai mengenal angka satu digit (1-9), dan beberapa anak mulai bisa menuliskannya. Mereka juga mulai bisa menghitung benda yang jumlahnya tidak lebih dari lima.
Usia 4-5 tahun
Usia ini adalah saat di mana anak memasuki taman kanak-kanak. Oleh karena itu, usia ini baik untuk memperkenalkan anak pada dasar-dasar membaca dan menulis seperti pengenalan huruf dan angka, hingga mendengarkan sajak berima. Jika anak-anak sudah bisa mengeja huruf, tidak lama kemudian dia sudah bisa membaca kata-kata sederhana seperti ibu, sapi, babi.
Di samping itu, pada usia ini anak mungkin mulai tertarik untuk menulis beberapa huruf dan angka serta berhitung loncat seperti 1, 3, 5, 7.
Usia 6-10 tahun
Saat memasuki tahun pertama sekolah dasar, anak bisa mulai mengenali kata tanpa harus mengeja terlebih dahulu. Si kecil juga dapat membaca buku-buku sederhana sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua menyediakan beberapa buku bacaan yang bervariasi seperti buku cerita dan majalah. Selain itu, pada usia enam tahun anak mulai bisa berhitung angka satu digit, misalnya 1 + 1, dan 4 - 1.
Pada tahun kedua, anak mulai belajar berhitung penjumlahan dan pengurangan dengan dua digit atau lebih. Sementara pada tahun ketiga dan keempat, anak mulai mempelajari hitung perkalian dan pembagian. Dan tahun berikutnya, anak bisa belajar berhitung campuran, ditambah berhitung pecahan, desimal, persentase, dan geometri.
