Perkembangan Sosial Emosional Tiap Anak Berbeda, Apa Saja yang Mempengaruhinya?
ยทwaktu baca 2 menit

Perkembangan sosial dan emosional anak merupakan salah satu tonggak penting yang perlu diperhatikan orang tua karena akan menentukan perspektif si kecil di masa depan. Sama seperti tonggak lainnya, keterampilan sosial dan emosi anak akan berlangsung secara bertahap sesuai usianya.
Mengutip Mom Junction, anak-anak dengan lingkungan positif cenderung memiliki keterampilan interaksi sosial yang baik. Demikian pula, agar anak-anak tumbuh kuat secara emosional, mereka perlu diajari untuk mengendalikan dan memahami emosinya.
Meski begitu, penting bagi orang tua untuk ingat bahwa tumbuh kembang anak adalah unik dan kompleks. Mungkin akan ada perbedaan perkembangan sosial dan emosional si kecil dengan anak lainnya. Sebab, ada banyak faktor yang mempengaruhi cara anak mengekspresikan kompetensi sosial dan emosionalnya seperti berikut ini:
Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Emosional Anak
Adanya kesamaan pada perkembangan emosi orang tua dan anak (baik percepatan atau keterlambatan) karena faktor keturunan.
Hubungan dalam keluarga dan cara orang tua mengekspresikan emosinya mempengaruhi perkembangan emosional anak. Jika ibu dan ayah mengekspresikan perasaannya dengan seimbang, anak-anak juga akan memiliki stabilitas yang sama.
Saat anak berkembang secara mental, ia juga akan tumbuh dewasa secara emosional. Para psikolog mengatakan, bagaimana emosi anak tergantung pada tingkat kedewasaannya.
Anak-anak belajar tentang sosial dan emosi dari pengkondisian. Contohnya, bayi yang mengungkapkan rasa cintanya melalui kontak kulit ke kulit seperti ciuman atau pelukan.
Anak yang memiliki kesehatan baik dapat mengontrol emosinya dengan lebih baik, sedangkan anak lainnya mungkin menunjukkan sifat lekas marah, gembira dan emosi yang tidak stabil.
Mengutip laman UNICEF, anak-anak yang cerdas juga lebih stabil secara emosional. Mereka yang memiliki kecerdasan rendah juga memiliki stabilitas emosi yang rendah, Moms.
Anak-anak yang tidak dilatih kemandiriannya sejak dini atau terlalu dimanja mungkin akan buruk bagi perkembangan sosialnya, seperti tidak disiplin. Sebaliknya, jika ibu dan ayah kurang menunjukkan kasih sayangnya, si kecil bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri.
Lingkungan dengan muatan emosi yang negatif seperti orang tua yang sering bertengkar di depan anak-anak akan mempengaruhi perkembangan sosial dan stabilitas emosi si kecil.
Ada beberapa perubahan pada tubuh saat anak sedang emosional seperti perubahan denyut nadi, sirkulasi darah, detak jantung, hingga efek pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, penting untuk membantu anak agar kesehatan fisik dan mentalnya optimal.
