Perlukah Pakai Alat Kontrasepsi Lebih dari Satu untuk Cegah Kehamilan?
ยทwaktu baca 3 menit

Untuk menjaga jarak kehamilan, wanita disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Ya Moms, ada beragam alat kontrasepsi yang bisa dipilih sesuai kondisi tubuh atau rekomendasi dokter.
Menggunakan satu jenis alat kontrasepsi sebenarnya sudah cukup untuk mencegah kehamilan. Tapi terkadang, penggunaan dua alat kontrasepsi dirasa perlu untuk benar-benar melindungi dari kehamilan. Misalnya saja, sudah menggunakan alat kontrasepsi IUD dan menggunakan kondom lagi saat berhubungan seks.
Meski tidak wajib, dikutip dari WebMD, ada beberapa manfaat yang bisa didapat bila menggunakan kondom lebih dari satu. Tapi sebaiknya, tetap berkonsultasi ke dokter bila akan menggunakan kondom lebih dari satu, apalagi yang sifatnya hormonal, Moms.
Kenapa Perlu Memakai Kontrasepsi Cadangan?
1. Lebih Efektif Cegah Kehamilan
Terkadang diperlukan penggunaan kontrasepsi cadangan ketika ingin berhubungan seks saat masa subur. Meskipun mungkin Anda sudah menggunakan pil KB misalnya, penggunaan kondom bisa membantu memaksimalkan pencegahan kehamilan.
2. Takut Kondom Bocor
Bila digunakan dengan tepat, efektivitas kondom untuk mencegah kehamilan bisa mencapai 80-an persen. Namun, kondom eksternal atau internal bisa saja pecah atau rusak. Maka dari itu, alat kontrasepsi tambahan seperti spermisida dapat membantu menghindari kehamilan.
3. Tidak Konsisten Minum Pil KB
Pil KB dapat hampir 100 persen efektif apabila dikonsumsi rutin setiap harinya pada waktu yang konsisten. Tetapi, apabila Anda melewatkan jadwal minum pil KB, ada kemungkinan meningkatkan risiko kehamilan. Jika tidak mengonsumsi dengan rutin, ada baiknya gunakan kontrasepsi lain seperti kondom jika ingin berhubungan seks sampai periode menstruasi berikutnya.
4. Sedang Ganti Jenis Kontrasepsi
Jika Anda ingin mengganti metode kontrasepsi lain, biasanya diperlukan kontrasepsi cadangan selama periode peralihan tersebut. Misalnya, Anda ingin mengganti pil KB dengan IUD hormonal, maka setidaknya perlu menggunakan kontrasepsi cadangan untuk 7 hari setelah menstruasi.
5. Cincin Vagina Lepas
Cincin vagina (vaginal ring) merupakan alat berbentuk cincin yang yang mengandung hormon pencegah kehamilan dengan dimasukkan ke dalam vagina. Tetapi, cincin vagina ternyata bisa juga bergeser, yang disebabkan karena salah memasangnya atau terlepas saat berhubungan seks. Jika terlepas, lebih baik gunakan kontrasepsi lain selama 7 hari ke depan.
6. Menggunakan Diafragma untuk Cegah Kehamilan
Diaphragm atau diafragma adalah alat kontrasepsi berbentuk kubah dangkal yang terbuat dari karet atau silikon. Namun, terkadang saat berhubungan seks, diafragma bisa robek lalu sperma lolos mencapai rahim.
7. Sedang Pakai Metode Alami
Ada beberapa orang yang menyukai penggunaan metode penarikan, suhu tubuh, dan kalender ovulasi untuk mengendalikan kehamilan. Namun sayangnya, cara ini memiliki kemungkinan gagal 20-30 persen. Sehingga, menambahkan kontrasepsi lain terutama saat masa subur bisa menurunkan peluang untuk hamil.
8. Minum Obat atau Suplemen Lain
Obat-obatan atau suplemen yang dikonsumsi bisa mengganggu hormon dan alat kontrasepsi yang digunakan. Penggunaan obat HIV, epilepsi, atau antibiotik tertentu dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi jenis hormonal. Maka dari itu, penting untuk ditanyakan ke dokter metode cadangan apa yang bisa digunakan.
