Kumparan Logo

Pertama Kali! Dokter Indonesia Berhasil Operasi Janin di Dalam Rahim

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertama Kali, Indonesia Berhasil Lakukan Operasi Bedah Janin Terbuka. Foto: Dok. Kemenkes RI
zoom-in-whitePerbesar
Pertama Kali, Indonesia Berhasil Lakukan Operasi Bedah Janin Terbuka. Foto: Dok. Kemenkes RI

Moms, pernah membayangkan janin menjalani operasi saat masih berada di dalam kandungan? Hal tersebut kini berhasil dilakukan untuk pertama kalinya di Indonesia, lho.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat keberhasilan open fetal surgery atau operasi janin terbuka untuk menangani myelomeningocele, salah satu bentuk spina bifida yang paling berat. Tindakan ini dilakukan tim multidisiplin RSAB Harapan Kita bersama Mater Mothers’ Hospital, Brisbane, Australia, pada Selasa (25/8/2026).

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyebut keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Ilustrasi ibu dan janin jalani operasi. Foto: martin81/Shutterstock

“Ini adalah operasi pertama di Indonesia, fetal open surgery, artinya operasi janin secara terbuka ketika masih berada di dalam kandungan. Ini merupakan terobosan yang luar biasa dan semuanya dilakukan oleh dokter-dokter Indonesia,” ujar Wamenkes Prof. Dante.

Apa Itu Myelomeningocele?

Myelomeningocele merupakan kelainan bawaan ketika tulang belakang dan jaringan saraf janin tidak menutup sempurna selama perkembangannya. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan saraf, kelumpuhan, gangguan fungsi kandung kemih dan usus, hingga meningkatkan risiko hidrosefalus.

Kelainan ini dapat dideteksi sejak kehamilan melalui USG fetomaternal. Setelah melalui pemeriksaan dan skrining, pasien dapat dipertimbangkan untuk menjalani operasi janin sesuai indikasi medis.

Ilustrasi Operasi. Foto: Shutterstock

Dalam open fetal surgery, ibu mendapat anestesi dan rahim dibuka secara terkontrol untuk mengakses janin dan memperbaiki kelainan myelomeningocele. Setelah tindakan selesai, janin dikembalikan ke dalam rahim, kemudian rahim ditutup kembali.

Pada kasus ini, kelainan spina bifida diketahui saat usia kehamilan 18 minggu. Ketua Tim Obstetri dan Ginekologi RSAB Harapan Kita, dr. Gatot Abdurrazak, mengatakan tim harus bergerak cepat karena tindakan perbaikan hanya dapat dilakukan hingga usia kehamilan 26 minggu.

Melibatkan Banyak Tim Medis

Keberhasilan operasi ini tidak hanya bergantung pada dokter bedah saraf. Berbagai tenaga medis, mulai dari dokter fetomaternal, obstetri dan ginekologi, anestesi, perawat, hingga tenaga penunjang turut terlibat.

Ilustrasi Operasi. Foto: Shutterstock

“Teknologinya sudah luar biasa, skill dokter-dokter kita di Indonesia juga sudah mampu. Ini menjadi kado 17 Agustus bagi dunia kedokteran Indonesia bahwa kita sudah bisa melakukan fetal open surgery pada bayi pertama Indonesia,” tutur Prof. Dante.

Ketua Tim Bedah Saraf RSAB Harapan Kita, dr. Alfi Aulia Rahmah, mengatakan menjaga kondisi janin tetap stabil selama operasi menjadi hal yang sangat krusial. Jika kondisi janin tidak stabil, tindakan harus dihentikan.

Layanan terapi janin di RSAB Harapan Kita sendiri telah dikembangkan sejak lama. Rumah sakit tersebut mulai melakukan transfusi intrauterin pada 2005 dan mengembangkan tindakan fetoskopi sejak 2011.

Jadi Tonggak Baru di Indonesia

Keberhasilan ini juga didukung kolaborasi dengan Mater Mothers’ Hospital, Brisbane, Australia. Setelah tim Australia kembali, RSAB Harapan Kita ditargetkan dapat melanjutkan layanan fetal surgery secara mandiri.

Ilustrasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Foto: Yohanes01/Shutterstock

“Pekerjaan ini bukan hanya pekerjaan bedah saraf. Semua memiliki peran yang sangat penting. Pada tindakan intrauterin, yang krusial adalah bagaimana menjaga janin tetap stabil. Apabila janin tidak stabil, operasi harus dihentikan,” jelas dr. Alfi.

Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, mengatakan tim multidisiplin siap melanjutkan layanan tersebut untuk pasien berikutnya sekaligus mengembangkan kemampuan serupa di rumah sakit lain.

Keberhasilan open fetal surgery pertama untuk myelomeningocele menjadi langkah baru dalam layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kedokteran berteknologi tinggi tanpa harus berobat ke luar negeri.

kumparan post embed