Kumparan Logo

Pertolongan Pertama Jika Anak Tenggelam, Orang Tua Perlu Tahu!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ana hampir tenggelam saat berenang. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ana hampir tenggelam saat berenang. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Berenang bukan hanya aktivitas olahraga yang disukai orang dewasa, tapi juga anak-anak. Tak perlu dilakukan di kolam yang besar, terkadang si kecil bahkan sudah senang bisa berenang di kolam renang portabel yang berukuran kecil.

Kendati demikian, bukan berarti aktivitas ini tanpa risiko ya, Moms. Kecintaan anak-anak dengan berenang membuat risiko tenggelam pun semakin tinggi, terlebih kebanyakan anak belum mempunyai kemampuan untuk bertahan hidup yang memadai saat berada di dalam air.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Rawat Intensif Anak IDAI, DR. dr. Ririe Fachrina, juga menyatakan bahwa tenggelam menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Ini terjadi karena, terkadang orang tua yang membolehkan anak belajar berenang justru tidak bisa berenang. Sehingga, jika terjadi kecelakaan seperti tenggelam mereka tidak bisa memberikan pertolongan yang tepat.

“Tenggelam itu merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di dunia di usia 1 sampai 24 tahun dan termasuk dalam. Angka kematian di Indonesia akibat tenggelam berdasarkan data dari WHO 1 sampai 3 per 100.000 orang,” ungkap dr. Ririe dalam acara media briefing yang diadakan IDAI di Gedung IDAI, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).

Lantas, bagaimana caranya memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam?

Langkah Pertolongan Pertama pada Anak yang Tenggelam

Ilustrasi anak bayi berenang. Foto: Shutterstock

Menurut dr. Ririe, orang yang mendampingi anak saat berenang setidaknya harus memiliki kemampuan berenang dan cara untuk memberikan pertolongan pertama yang tepat.

“Prinsipnya adalah pertolongan di dalam air dan pertolongan setelah kita berhasil tarik atau keluarkan korban dari dalam air dan melakukan penanganan di unit kesehatan,” jelas dr. Ririe.

Berikut ini beberapa langkah dasar saat menolong si kecil yang tenggelam atau hampir tenggelam:

  • Pindahkan korban tenggelam secepat dan sejauh mungkin dari perairan dengan cara teraman, yaitu meraih dari air atau menggunakan alat keselamatan seperti pelampung.

  • Bila ada kecurigaan cedera spinal sebaiknya posisikan anak dalam keadaan kepala, leher, dan tulang punggung dalam satu garis lurus.

  • Berikan ruang yang cukup untuk korban (tidak dikerumuni) tenggelam kemudian buka jalan napas dan periksa napas.

  • Upayakan wajah korban tetap menghadap ke atas.

  • Lakukan penilaian dini atau RJP (resusitasi jantung paru) bila perlu.

  • Jika napas tidak beraturan berikan oksigen (bila ada).

  • Jagalah kehangata tubuh anak dengan mengganti pakaian yang basah dan diselimuti.

  • Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.

kumparan post embed

Moms, anak yang pernah tenggelam juga memiliki risiko masalah kesehatan di masa depan seperti:

  • Penyakit radang telinga luar.

  • Kehilangan pendengaran sementara.

  • Diare.

  • Ruam dan iritasi kulit.

  • Infeksi pernapasan.

  • Infeksi jamur.

Tips Keselamatan saat Berenang Bersama Anak

Ilustrasi anak berenang. Foto: ANTARA FOTO/Abraham Mudito

IDAI menyarankan sebaiknya orang tua tidak hanya mengajari bagaimana cara berenang pada anak. Lebih jauh, ibu dan ayah juga perlu membekali anak-anaknya dengan cara bertahan hidup yang tepat jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di dalam air. Selain itu, tetaplah awasi anak dengan baik ketika ia sedang berenang, ya, Moms.

“Sebenarnya, kuncinya cuma satu, yaitu pengawasan dari orang tua,” kata dr. Ririe.

Perhatikan juga beberapa hal berikut agar si kecil lebih aman saat berada di dalam air:

  • Pastikan selalu ada penjaga atau orang dewasa yang siaga di sekitar anak saat berenang.

  • Ajari anak teknik berenang yang benar.

  • Melatih anak agar dapat menyelamatkan diri jika terjadi kecelakaan seperti hampir tenggelam atau kram.

  • Menggunakan pakaian yang memang diperuntukkan saat berenang, bukan pakaian berbahan tebal yang bisa menambah beban saat di dalam air.

  • Berikan pelampung jika anak belum mahir berenang.