Kumparan Logo

Psikolog: Tradisi Idul Fitri Bisa Ajarkan Empati dan Rasa Syukur pada Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak lebaran. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak lebaran. Foto: Shutter Stock

Tradisi Idul Fitri tidak hanya soal perayaan, tetapi juga sarat nilai sosial yang bisa menjadi media belajar empati bagi anak, Moms. Berbagai ritual Lebaran, mulai dari berbagi hingga saling memaafkan, dapat membantu anak memahami perasaan orang lain sekaligus menghargai hubungan keluarga.

Psikolog Tania Johnson, dikutip dari Institute of Child Psychology, mengatakan, tradisi memberi atau meminta maaf dalam perayaan keluarga dapat menjadi cara alami untuk mengajarkan nilai kehidupan kepada anak tanpa tekanan.

Aktivitas tersebut membantu anak belajar empati, yaitu kemampuan untuk memahami sudut pandang dan perasaan orang lain. Hal ini penting karena masa kanak-kanak merupakan fase perkembangan otak yang berkaitan dengan pengaturan emosi dan kemampuan mengambil perspektif.

5 Tradisi yang Mengajarkan Nilai Empati

Ilustrasi anak bermain saat lebaran. Foto: Shutter Stock

Berikut lima tradisi Lebaran yang dapat menjadi sarana menanamkan empati dalam keluarga:

1. Meminta dan Memberi Maaf

Tradisi saling meminta maaf merupakan salah satu inti dari perayaan Idul Fitri. Bagi anak, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk belajar:

  • Mengakui kesalahan

  • Memahami perasaan orang lain

  • Memaafkan tanpa menyimpan dendam

Orang tua dapat menjelaskan bahwa meminta maaf bukan sekadar ritual, tetapi bentuk menghargai perasaan orang lain.

2. Berbagi Lewat Zakat dan Sedekah

Salah satu praktik penting menjelang Idul Fitri adalah berbagi melalui zakat dan sedekah. Anak dapat diajak untuk:

  • Menyiapkan paket bantuan

  • Menyerahkan bantuan kepada yang membutuhkan

  • Memahami bahwa tidak semua orang memiliki kondisi yang sama

Kegiatan ini dapat membantu menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini, lho!

3. Silaturahmi ke Rumah Keluarga

Kunjungan ke rumah kerabat atau tetangga juga menjadi tradisi yang kuat saat Lebaran. Melalui silaturahmi, anak dapat belajar:

  • Menghargai orang yang lebih tua

  • Membangun hubungan sosial

  • Memahami pentingnya menjaga hubungan keluarga besar

Selain itu, anak juga dilatih untuk bersikap sopan dan peka terhadap lingkungan sosial.

4. Berbagi Makanan Lebaran

Hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, atau rendang sering dibagikan kepada tetangga atau tamu saat Lebaran. Orang tua bisa mengajak anak:

  • Membantu menyiapkan makanan

  • Mengantarkan hidangan ke rumah tetangga

Dari aktivitas tersebut, anak belajar kebahagiaan dapat dibagikan bersama orang lain.

5. Berbagi THR dengan Saudara

Tradisi memberi uang kepada anak-anak saat Idulfitri sering dikenal sebagai THR. Selain menerima, anak juga bisa diajarkan untuk:

  • Menyisihkan sebagian uang untuk berbagi

  • Memberi hadiah kecil kepada saudara atau teman

Pendekatan ini membantu anak memahami bahwa memberi dapat memberikan kebahagiaan yang sama dengan menerima. Namun, orang tua juga perlu menjelaskan agar anak tidak terbiasa meminta-minta ya, Moms.