Kumparan Logo

Rambut Bayi Rontok, Apa Penyebabnya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi rambut bayi rontok. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rambut bayi rontok. Foto: Shutterstock

Selain orang dewasa, bayi juga bisa mengalami kerontokan rambut. Biasanya, kondisi ini terjadi selama enam bulan pertama setelah lahir. Meski begitu, hal ini normal terjadi dan akan membaik seiring berjalannya waktu.

Salah satu tanda bayi mengalami kerontokan rambut adalah terdapat bercak botak melingkar di kulit kepala, mirip seperti kurap. Hal ini umumnya disebabkan oleh infeksi jamur yang menyerang sebagian kulit kepala. Selain itu, Anda akan menemukan banyak helaian rambut di sisir, bantal, atau tempat bermain si kecil, Moms.

Lalu, apa penyebabnya, ya?

6 Penyebab Rambut Bayi Rontok

rambut bayi Foto: Shutterstock

Dikutip dari Mom Junction, berikut beberapa penyebab paling umum rambut rontok pada bayi:

1. Gesekan berulang

Sebelum duduk atau berjalan, bayi menghabiskan banyak waktu untuk berbaring, sehingga kepalanya sering bersentuhan dengan permukaan datar dan menimbulkan gesekan. Ya Moms, gesekan berulang dapat menyebabkan kerontokan rambut atau dalam hal ini disebut alopecia gesekan. Dalam kasus seperti ini, kerontokan rambut biasanya terjadi saat bayi belajar duduk.

Ilustrasi Bayi Tidur. Foto: Shutterstock

2. Infeksi kulit kepala

Selain membuat kulit kepala kering, infeksi kulit kepala yang disebabkan oleh kurap dapat menyebabkan rambut bayi rontok. Tak hanya itu, kurap juga dapat menyebabkan kebotakan melingkar di kulit kepala bayi, Moms.

3. Alergi

Beberapa reaksi alergi juga bisa menyebabkan kerontokan rambut pada bayi. Misalnya, alergi terhadap minyak pijat yang dioleskan ke kulit kepala, eksim, cradle cap, hingga penggunaan bahan kimia yang terkandung di dalam sampo.

Ilustrasi cradle cap pada bayi. Foto: Shutter Stock

4. Menarik rambut berulang kali

Jika bayi Anda sering bermain dengan rambutnya, seperti menarik atau menjambaknya, maka hal itu bisa menyebabkan kerontokan rambut. Kondisi psikologis seperti ini disebut trikotilomania.

5. Sering mengikat rambut terlalu kencang

Terlalu sering mengikat atau mengepang rambut dengan kencang juga menjadi penyebab kerontokan rambut pada bayi dan anak balita. Oleh karena itu, hindari mengikat rambut terlalu sering karena dapat merusak folikel rambut, sehingga menyebabkan kerusakan dan kerontokan rambut.

6. Penyakit tertentu

Beberapa penyakit atau faktor tertentu, seperti stres, cemas, dan demam dapat membuat folikel rambut menjadi lemah, hingga menyebabkan kerontokan rambut.

kumparan post embed