Kumparan Logo

Rebonding Rambut saat Hamil, Apa Risikonya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Risiko Rebonding Rambut saat Hamil. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Risiko Rebonding Rambut saat Hamil. Foto: Shutterstock.

Ingin meluruskan rambut dengan teknik rebonding? Boleh-boleh, saja. Tapi bila sedang hamil, sebaiknya tunda dulu rencana ini.

Ya Moms, rebonding dinilai tidak aman bagi ibu hamil karena penggunaan bahan kimia di dalam proses pelurusan rambutnya. Bahan kimia yang digunakan saat proses rebonding dikhawatirkan dapat membahayakan ibu hamil maupun bayi di dalam kandungan.

kumparan post embed

Yuk, baca terus artikel ini sampai habis untuk memahmi risiko yang dapat muncul bila ibu hamil melakukan rebonding.

6 Risiko Rebonding Rambut saat Hamil

Ilustrasi perawatan pengecatan rambut. Foto: Shutterstock.

1. Komplikasi

Menurut Being The Parent, sebagian besar relaksan yang digunakan di salon mengandung natrium hidroksida atau lye. Bila dicampur dengan air, lye menjadi sangat panas dan dapat menyebabkan luka bakar dan alergi. Lye adalah bahan kimia yang kuat dan dapat menyebabkan komplikasi serius selama kehamilan apabila terpapar.

2. Menyebabkan mual

Tubuh wanita menjadi jauh lebih sensitif selama kehamilan. Bahan kimia keras yang digunakan selama rebonding biasanya memiliki bau yang tajam. Jika tidak kuat, ibu hamil bisa mengalami pusing dan mual disertai sakit kepala yang parah.

kumparan post embed

3. Bayi terpapar bahan kimia

Bahan kimia yang digunakan saat proses rebonding rambut kemungkinan akan diserap oleh kulit kepala ibu dan masuk ke aliran darah. Ini dikhawatirkan akan membuat bayi terpapar melalui plasenta sehingga meningkatkan risiko bayi mengalami kelainan bawaan, lahir prematur, hingga cacat lahir.

Mengeringkan rambut dengan hairdryer. Foto: Shutterstock.

4. Kerusakan rambut

Firstcry Parenting melansir, lye di dalam relaksan yang digunakan saat rebonding rambut juga dapat menyebabkan iritasi kulit dan ruam. Apalagi, kulit ibu biasanya menjadi lebih sensitif saat hamil, sehingga risikonya pun bisa lebih parah bila terpapar bahan kimia.

5. Iritasi saluran pernapasan

Bahan kimia yang digunakan selama rebonding rambut biasanya akan mengeluarkan asap. Asap ini dapat dengan mudah mempengaruhi tubuh ibu hamil yang sudah sensitif dan masuk ke dalam saluran pernapasan dan menimbulkan iritasgiritasinya, Moms.

kumparan post embed

6. Risiko neuroblastoma

Neuroblastoma adalah jenis kanker yang dimulai pada tahap janin dan mempengaruhi sel saraf. Kemungkinan risiko neuroblastoma lebih tinggi dari penggunaan produk perawatan rambut sementara daripada permanen. Namun, ibu hamil tetap perlu berhati-hati saat memilih produk perawatan rambutnya.