kumparan
search-gray
Mom21 November 2019 19:01

Review Film Anak: Frozen 2

Konten Redaksi kumparan
Poster film 'Frozen II'
Poster film 'Frozen II'. Foto: Dok. Imdb
Banyak ibu, terutama yang punya anak perempuan, masih hapal betul dengan lagu "Let It Go" yang jadi original soundtrack film Frozen. Maklum saja, film produksi Walt Disney Animation Studios yang rilis pada 2013 lalu itu memang sangat sukses dan disukai banyak anak.
ADVERTISEMENT
Tak heran bila sekuel Frozen yang tayang di Indonesia sejak 20 November 2019 kemarin pun banyak ditunggu anak-anak maupun orang tua.
Namun banyak juga yang khawatir, sebab sempat beredar kabar yang mengatakan Disney mengangkat karakter LGBT di film Frozen 2 ini! Benar enggak, ya?
Tim kumparanMOM sengaja menonton film Frozen 2 di hari pertama, untuk membuat review-nya dari kacamata orang tua.
Cuplikan Trailer 'Frozen 2'
Cuplikan Trailer 'Frozen 2'. Foto: Youtube/Walt Disney Animation Studios
Disutradarai Chris Buck dan Jennifer Lee, Frozen 2 kembali mengangkat kisah kakak beradik dari Kerajaan Arendelle, Elsa (disuarakan oleh Idina Menzel) dan Anna (Kristen Bell).
Bedanya kali ini, keduanya terlibat dalam petualangan yang lebih misterius dan menegangkan di sebuah Hutan Ajaib di wilayah utara kerajaan mereka.
Adegan dalam trailer fim 'Frozen 2'
Adegan dalam trailer fim 'Frozen 2' Foto: YouTube.com/Walt Disney Animation Studios
Sebuah suara magis, menarik Elsa ke sana dan menjadi awal dari berbagai kejadian aneh yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Meski awalnya ragu, Elsa yakin segala keanehan yang terjadi akan dapat diungkap dan diselesaikan bila ia mengikuti suara tersebut hingga ke sumbernya.
ADVERTISEMENT
Tentu saja, Anna tak membiarkan Elsa pergi sendiri. Bersama Kristoff (Jonathan Groff), Sven dan Olaf (Josh Gad) mereka bertekad mengungkap semua misteri bersama-sama, memperbaiki kesalahan yang mungkin telah dilakukan leluhur mereka sekaligus menyelamatkan Arendelle.
Adegan dalam trailer 'Frozen 2'
Adegan dalam trailer 'Frozen 2' Foto: YouTube.com/Walt Disney Animation Studios
Dibanding film pertamanya, Frozen 2 memiliki plot yang lebih rumit dan mungkin membuatnya jadi lebih sulit dimengerti anak . Terutama untuk anak yang masih kecil.
Misalnya mengenai bagaimana Elsa mendapat kekuatan magisnya, percakapan mengenai berbagai jenis roh, hingga beberapa perumpamaan yang digunakan untuk mengungkap misteri.
Konflik dalam film bukan sekadar soal hubungan kakak dan adik, tapi juga sejarah leluhur mereka dan jati diri Elsa. Selain itu, cukup banyak adegan yang 'maju-mundur', Moms. Karena dalam film ini, kenangan dan kejadian masa lalu kerap ditayangkan melalui kekuatan sihir Elsa. Termasuk tentang misteri kematian dan identitas orangtuanya.
ADVERTISEMENT
Itulah kenapa, Frozen 2 terasa lebih 'dewasa' dibandingkan film pertama.
Cuplikan Trailer 'Frozen 2'
Cuplikan Trailer 'Frozen 2'. Foto: Youtube/Walt Disney Animation Studios
Nuansa di sepanjang film ini pun lebih gelap. Mengagumkan dari segi visual, tapi kerap mencekam.
Untung ada Olaf, yang selalu menghibur dengan tingkahnya yang lucu. Di tengah-tengah ketegangan menghadapi berbagai hal aneh di Hutan Ajaib, kehadiran Olaf selalu bisa mencairkan suasana.
Yang juga menghibur? Melihat usaha Kristof di sepanjang film untuk meminang Anna, dengan bantuan Sven, rusa setianya. Meski memang, ini menambah rasa 'dewasa' di film Frozen 2.
Anna dan Olaf di Film Frozen 2
Anna dan Olaf di Film Frozen 2 Foto: Disney
Tapi Anda tak perlu cemas, karena tidak ada adegan romantis yang berlebihan, sehingga aman untuk ditonton anak. Hanya ada adegan Kristoff mencium Anna saja di film yang mendapat rating SU alias Semua Umur ini, Moms.
ADVERTISEMENT
Bagaimana soal pesan moral?
Kuatnya hubungan kakak beradik antara Elsa dan Anna yang selalu saling menjaga jadi fokus utama. Ya Moms, Anda bisa menjelaskan pada anak bahwa seperti itulah seharusnya hubungan kakak beradik.
GIF, Cuplikan Trailer 'Frozen 2'
Cuplikan Trailer 'Frozen 2'. Foto: Youtube/Walt Disney Animation Studios
Apalagi?
Pada sekuel ini, Anda tak akan mendengar lagu 'Let It Go' atau 'Do You Want to Build a Snowman'. Sebagai gantinya, akan ada banyak lagu baru yang dinyanyikan dengan megah.
Bicara soal megah, gaun-gaun yang dipakai Elsa dan Anna juga tampak lebih beragam dan mewah. Putri kecil Anda mungkin akan suka memerhatikannya.
Mengenai tokoh LGBT seperti yang sempat ramai diperkirakan? Enggak ada sama sekali tuh, Moms!
Tapi hati-hati, selesai nonton, anak mungkin akan minta dibelikan botol minum bertema Frozen atau pernak-pernik lain yang bisa menguras isi dompet Anda.
ADVERTISEMENT
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white