Risiko Bila Ibu Hamil Konsumsi Lidah Buaya Berlebihan

Lidah buaya merupakan tanaman yang cukup populer selama berabad-abad untuk produk perawatan kulit dan obat. Gel lidah buaya dinilai memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, tak terkecuali untuk ibu hamil.
Ya Moms, gel lidah buaya kaya akan kandungan nutrisi dan serat. Kandungan vitamin dan mineralnya dinilai baik untuk kesehatan ibu hamil dan janin. Anda bisa mengonsumsi daging lidah buaya secara langsung atau pun diolah menjadi segelas jus segar.
Meski begitu, jangan sampai berlebihan mengonsumsi lidah buaya. Wah, kenapa, ya?
Risiko Mengkonsumsi Lidah Buaya Berlebihan saat Hamil
Dilansir Mom Junction, lidah buaya rupanya memiliki sifat pencahar aloin yang disebut disebut antrakuinon. Kandungan pencahar ini diketahui dapat menyebabkan kontraksi uterus dan ketidakseimbangan elektrolit di usus. Selain itu, lateks lidah buaya juga dinilai dapat meningkatkan risiko kontraksi rahim yang membahayakan kehamilan.
Mengonsumsi jus lidah buaya secara berlebihan justru akan meningkatkan risiko sembelit. Sebab, penggunaan obat pencahar yang berkepanjangan bisa melemahkan otot-otot usus, yang akhirnya menyebabkan sembelit semakin parah.
Jus lidah buaya dikhawatirkan akan menurunkan kadar elektrolit, terutama kalium, yang bisa berbahaya selama kehamilan. Ini bisa menyebabkan kelemahan otot dan irama jantung yang tidak biasa, Moms.
Kemudian, lateks lidah buaya diketahui dapat meningkatkan risiko kontraksi rahim di masa kehamilan, sehingga ibu hamil mungkin lebih rentan mengalami keguguran. Hal ini juga berisiko menyebabkan kondisi cacat lahir pada janin.
Jumlah Lidah Buaya yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil
Oleh karena itu, lidah buaya dapat berbahaya bagi ibu dan bayinya jika tidak dikonsumsi dengan hati-hati. Biasanya, ibu hamil hanya akan disarankan untuk mengkonsumsi 0,04 - 0,17 gram lidah buaya kering untuk membantu menghilangkan masalah sembelit. Jadi, sangat disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi lidah buaya di masa kehamilan.
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
