Risiko Cukur Rambut Kemaluan Sebelum Melahirkan
·waktu baca 2 menit

Banyak persiapan yang perlu dilakukan ibu sebelum melahirkan. Mulai dari mengikuti kelas prenatal, menyiapkan perlengkapan bayi, menentukan lokasi dan metode bersalin, juga mempelajari tanda-tanda kelahiran yang bisa menjadi patokan waktu melahirkan sudah dekat.
Bagi beberapa ibu hamil, mencukur rambut kemaluan juga masuk ke dalam persiapannya sebelum persalinan. Biasanya, ini menjadi cara ibu mempersiapkan diri sebelum melahirkan normal. Alasannya sederhana saja, mungkin si ibu merasa malu pada dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang akan membantu proses bersalin nanti.
Mencukur bulu kemaluan sebelum melahirkan atau tidak sebenarnya tergantung pada pilihan ibu. Namun, yang perlu dipahami adalah proses ini sebenarnya bisa menimbulkan risiko yang perlu diwaspadai, Moms.
Risiko Bila Cukur Rambut Kemaluan Sebelum Melahirkan
Mencukur rambut kemaluan mungkin akan dilakukan ibu hamil beberapa minggu sebelum HPL. Hal ini sebenarnya tidak dianjurkan karena bisa berisiko pada kesehatan ibu. Mengutip Mom Junction, mencukur bulu kemaluan sebelum waktu melahirkan justru dapat meningkatkan infeksi pada ibu saat masih hamil, selama persalinan, hingga setelahnya.
Ini bisa terjadi karena ibu tidak mencukur bulu kemaluan dengan cara yang benar dan alat yang steril. Perpindahan bakteri dari tangan ibu atau alat yang digunakan meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, kulit vagina ibu juga bisa mengalami iritasi dan trauma mikroskopik yang kemudian menyebabkan infeksi.
“Penelitian dan studi medis telah menunjukkan bahwa tidak ada manfaat mencukur rambut vagina sebelum melahirkan, adanya hanyalah risiko infeksi pada ibu yang membuatnya harus melahirkan dengan operasi caesar,” kata dokter kandungan di Universitas Boston, Kate White, MD, seperti dikutip dari Today.
Jika sudah mengalami infeksi, ibu hamil yang tadinya berencana melahirkan normal justru bisa disarankan untuk melakukan persalinan caesar lho, Moms. dr. Kate juga mencatat risiko lainnya yaitu, folikulitis yang merupakan benjolan merah dan menyakitkan di vagina, rambut tumbuh ke dalam, hingga kemunculan selulit.
Ditambah lagi, infeksi yang dialami ibu juga bisa jadi mempengaruhi kondisi bayi di dalam kandungan. Oleh karenanya, sangat penting bagi ibu untuk mempertimbangkan hal ini sebelum melakukannya.
Mencukur rambut kemaluan sebelum melahirkan mungkin boleh dilakukan, asalkan hal itu memang disarankan oleh dokter kandungan. Kemudian, caranya adalah dengan menggunting rambut sedikit demi sedikit, bukan dengan mencukur habis atau waxing. Metode ini juga sebaiknya dilakukan oleh perawat di rumah sakit menggunakan alat steril ya, Moms.
