Kumparan Logo

Risiko Ibu Menyusui Kelebihan Konsumsi Vitamin C

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui minum vitamin C. Foto: MIA Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui minum vitamin C. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Vitamin C merupakan antioksidan penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Ya, vitamin yang larut dalam air ini juga membuat sel-sel tubuh tetap sehat dan melindungi dari beragam infeksi. Karena tubuh manusia tidak mampu memproduksi vitamin ini, maka Anda perlu memperhatikan asupan buah dan sayur yang kaya akan vitamin C, termasuk pada ibu menyusui.

Ya Moms, selain meningkatkan kekebalan tubuh, vitamin C juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI, memperkuat gigi dan tulang, meningkatkan kesehatan kulit, hingga membantu penyerapan zat besi. Bahkan, studi menemukan bahwa ibu menyusui yang kekurangan vitamin C berisiko terkena mastitis, Moms.

Ilustrasi mastitis pada ibu menyusui. Foto: Alona Siniehina/Shutterstock

Jumlah dosis vitamin C yang dibutuhkan setiap ibu menyusui sebenarnya berbeda-beda. Namun mengutip Mom Junction, umumnya jumlah dosis vitamin C yang dibutuhkan untuk ibu usia 18 tahun atau lebih muda adalah 115 miligram per hari, sementara di atas usia 18 tahun membutuhkan 120 miligram per hari. Tapi jika lebih dari itu, bagaimana?

Efek Samping Ibu Menyusui Konsumsi Vitamin C Berlebihan

Moms, mengkonsumsi vitamin C saat menyusui memang dianjurkan karena bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi. Jika Anda mengalami pembengkakan dan perdarahan gusi, rambut rontok, muncul bintik pada kulit, dan kelelahan berkepanjangan, kemungkinan Anda kekurangan vitamin C.

Ilustrasi ibu menyusui mual Foto: Shutterstock

Namun, jika mengkonsumsi vitamin C berlebihan, kemungkinan Anda bisa mengalami diare, mual, muntah, dan mulas. Bahkan dalam beberapa kasus, Anda kerap terkena batu ginjal dan kerusakan ginjal, Moms.

Jadi, sebelum mengkonsumsi suplemen tambahan vitamin C, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah dosis yang tepat. Selain melalui suplemen, Anda bisa mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C untuk memenuhi kebutuhan harian. Misalnya, jeruk, stroberi, blewah, kentang, paprika, tomat, kiwi, kol, dan kubis.

kumparan post embed