Kumparan Logo

Sampai Kapan Bayi Disebut Newborn Baby?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi tidur pakai selimut. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tidur pakai selimut. Foto: Shutterstock

Sebagai orang tua baru, ada beberapa istilah yang mungkin belum familiar terkait tumbuh kembang bayi. Misalnya saja, kapan bayi bisa dikatakan newborn baby, infant, atau kapan sudah memasuki masa toddler.

Ya Moms, dengan memahami rentang waktu tersebut, orang tua jadi bisa lebih spesifik lagi saat mencari berbagai informasi seputar tumbuh kembang anak. Nah, sampai di usia berapa bayi disebut newborn baby?

Periode Bayi Disebut Newborn Baby

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masa newborn baby atau bayi baru lahir berlangsung hingga usia 28 hari setelah kelahiran. Setelah melewati periode tersebut, si kecil akan memasuki fase infant (bayi) yang berlangsung hingga usia 12 bulan.

Meski begitu, banyak orang tua baru mulai merasakan perubahan yang signifikan dari perilaku bayi saat menginjak usia 3 hingga 4 bulan. Seperti dijelaskan dalam laman Parents, di usia tersebut bayi mulai memiliki pola tidur yang lebih teratur, lebih responsif terhadap lingkungan, dan intensitas menangis pun mulai berkurang.

Apa yang Terjadi pada Bayi di Masa Newborn Baby?

Ilustrasi kantong tidur bayi. Foto: Ana Sha/Shutterstock
  1. Perubahan Pola Tidur Bayi

    Pada bulan pertama, bayi tidur hampir sepanjang hari. Namun, seiring waktu, tidur bayi menjadi lebih singkat dan terstruktur.

    Dikutip dari laman parents, konsultan anak, Gaby Wentworth, LCSW, mengatakan, bayi membutuhkan rutinitas tidur yang konsisten dan lingkungan yang tenang agar bisa mengoptimalkan kualitas tidurnya.

  2. Frekuensi Menangis yang Tinggi

    Menangis adalah cara utama bayi untuk berkomunikasi. Bayi baru lahir bisa menangis karena lapar, tidak nyaman, atau merasa lelah. Anda mungkin merasakan intensitas menangis yang cukup tinggi pada bayi baru lahir di sore atau malam hari.

  3. Penyesuaian di Luar Rahim

    Saat keluar dari ibu, bayi harus menyesuaikan banyak hal. Mulai dari sistem pernapasannya, refleks mengisap dan menggenggam yang kuat, serta kulitnya yang masih sensitif. Itulah kenapa, di periode ini, bayi masih sering rewel atau menangis. Sebab, menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim bisa jadi hal yang tidak mudah untuknya.

  4. Perubahan Emosi Ibu

    Bukan hanya bayi yang perlu menyesuaikan diri, tapi ibu juga perlu beradaptasi dengan tanggung jawab dan rutinitas baru di masa ini. Masa newborn baby bisa membuat emosi ibu naik turun, kelelahan mental dan fisik, hingga risiko baby blues. Nah Moms, agar proses adaptasi ibu berjalan lancar, jangan ragu untuk berdiskusi dan meminta bantuan dari orang-orang terdekat sebelum merasa kewalahan.