Kumparan Logo

Sampai Kapan Kulit Bayi Baru Lahir Mengelupas?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock

Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis dan sangat sensitif. Hal ini membuat si kecil lebih rentan mengalami masalah kulit seperti, ruam, gatal-gatal, kulit kering, hingga kulit mengelupas.

Meski begitu, pengelupasan kulit bayi baru lahir biasanya merupakan hal normal dan tidak memerlukan perawatan medis. Mengutip Kids Health, kulit bayi baru lahir rentan terhadap kekeringan yang menyebabkan lapisan paling atas kulit terkelupas dengan sendirinya.

Walaupun bukan masalah besar, kulit kering dan mengelupas mungkin membuat bayi merasa tidak nyaman. Rasa gatal yang ditimbulkan bisa membuat si kecil berusaha menggaruknya, sehingga menyebabkan pengelupasan lebih parah atau menimbulkan luka.

Lantas, kapan kondisi ini akan berhenti?

Berapa Lama Kulit Bayi Baru Lahir Akan Mengelupas?

Ilustrasi kulit bayi baru lahir mengelupas. Foto: UvGroup/Shutterstock

Mom Junction melansir, kulit bayi baru lahir yang tipis dan halus rentan terhadap berbagai masalah termasuk pengelupasan, karena mudah kehilangan kelembapan. Hal biasanya terjadi beberapa hari hingga minggu setelah kelahiran bayi. Namun, sebenarnya tidak ada batasan waktu yang pasti kapan kulit bayi baru lahir akan berhenti mengelupas.

Bayi baru lahir memiliki lapisan lilin tebal yang disebut vernix caseosa yang berfungsi untuk melindunginya dari cairan ketuban saat di dalam rahim. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki lapisan vernix lebih tebal, sehingga kehilangan lapisan tersebut menyebabkan pengelupasan kulit secara alami dalam beberapa minggu pertama kelahiran.

Sementara itu, bayi yang lahir di bawah usia 37 minggu kehamilan atau prematur memiliki lapisan vernix yang lebih tipis. Artinya, pengelupasan kulit yang dialaminya akibat kehilangan vernix juga bisa lebih singkat dari bayi cukup bulan, Moms. Kendati demikian, bayi prematur punya kemungkinan untuk memiliki kulit yang lebih sensitif, sehingga bisa mengalami masalah lain yang bisa menyebabkan kulitnya mengelupas.

kumparan post embed

Jika pengelupasan yang dialami bayi adalah hal normal, maka kondisi itu akan semakin membaik seiring waktu di mana kulit bayi akan terlihat lebih cerah setelah pengelupasan. Namun, jika kulit bayi masih tampak kering dan terus mengelupas bahkan hingga beberapa bulan setelah kelahiran, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Sebab, kemungkinan bayi akan terus mengalami masalah bila ia memiliki kulit yang sangat sensitif. Cuaca yang buruk, kekurangan cairan, alergi, hingga penggunaan produk yang tidak tepat juga bisa mengiritasi kulit, hingga menyebabkan pengelupasan. Beberapa faktor eksternal lain seperti, eksim, ichthyosis dan psoriasis juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi penyebab kulit si kecil mengelupas, Moms.