kumparan
30 Juni 2018 20:01

Saran Ahli tentang Tindik Telinga Bayi

Ilustrasi Telinga Bayi Ditindik
Ilustrasi Telinga Bayi Ditindik (Foto: Thinkstock)
Untuk banyak keluarga, tindik telinga pada bayi perempuan dilakukan segera setelah bayi dilahirkan dan dianggap hal yang lumrah atau bagian dari tradisi. Bayi perempuan ditindik dan diberi giwang atau anting emas sebagai ‘penanda jenis kelamin’. Giwang yang dipakaikan ke bayi biasanya diberikan oleh orang tua atau tetua keluarga sebagai tanda sayang.
ADVERTISEMENT
Namun, tidak sedikit juga orang tua yang tidak setuju dengan tradisi ini karena merasa bayi tidak perlu ditindik. Tindik bayi juga dianggap dapat merugikan bayi atau menyakiti bayi.
Yang dialami Khloe Kardashian, misalnya. Bintang reality show TV ini menuai banyak kritik akibat tindikan di telinga bayinya yang belum berusia 3 bulan, True.
Anak Khloe Kardashian
Anak Khloe Kardashian. (Foto: Instagram @khloekardashian)
Kalau menurut Anda, bagaimana? Bila masih ragu, sebaiknya Anda membaca pendapat dari para ahli dan pertimbangan medis mengenai tindik telinga bayi ini, Moms.
American Academy of Pediatrics (APP) menyarankan Anda tidak menindik telinga bayi sebelum usia bayi mencapai 2 bulan. Mengapa begitu? Karena meski jarang terjadi, infeksi kulit bisa terjadi jika penindikan dilakukan saat usia bayi masih kurang dari dua bulan.
ADVERTISEMENT
Apakah bila penindikan dilakukan setelah usia 2 bulan maka bayi akan terhindar 100% dari risiko infeksi? Tidak juga, tapi menurut APP risiko dapat diminimalisir jika tindik telinga dilakukan dengan hati-hati dan pertimbangan yang matang. Berikut, kumparanMOM merangkum panduannya untuk Anda:
1. Pilih Anting Aman
Pilihlah giwang atau anting berbentuk bulat dan ukurannya cukup kecil. Perhatikan diameternya, pastikan jari mungil bayi tidak dapat masuk ke sana. Ini penting untuk memastikan bayi tidak secara sengaja maupun tidak memasukkan jarinya ke sana dan menarik anting hingga menyakiti daun telinganya.
Pastikan pula pengencangnya bisa menutupi seluruh bagian belakang anting dan tidak ada bagian yang tajam. Hindari memakaikan bayi anting yang menggantung atau rawan lepas, karena bisa saja suatu ketika bayi memasukkan ke mulut yang menyebabkannya tersedak atau anting tertelan.
Ilustrasi bayi.
Ilustrasi bayi. (Foto: Thinkstock)
2. Lakukan Penindikan di Rumah Sakit
ADVERTISEMENT
Agar aman, hindari melakukan penindikan telinga bayi di rumah atau di toko perhiasan. Sebaiknya lakukan dengan bantuan tenaga medis baik itu perawat, bidan atau dokter. Anda dapat menanyakan hal ini di puskesmas, klinik atau rumah sakit.
Tenaga medis akan memastikan penindikan dilakukan dengan alat-alat yang steril dan dengan cara yang sesedikit mungkin menyakiti bayi Anda.
3. Pertimbangkan Risiko Alergi
Infeksi telinga
Infeksi telinga (Foto: Thinstock)
Untuk menghindari risiko alergi, cermatlah memilih bahan perhiasan anting untuk si kecil, Moms. Karena bila kulit bayi Anda termasuk yang sensitif, perhiasan bisa membuat ia mengalami ruam.
Agar aman, hindari perhiasan dari logam nikel yang bila terkena keringat atau air yang memiliki kadar garam dapat terkikis kemudian berkarat. Lebih baik, pilih anting emas yang setidaknya 14 karat untuk mengurangi risiko alergi. Anda juga dapat memilihkan anting emas putih yang tidak terlalu mencolok untuk si kecil.
ADVERTISEMENT
Selain emas, Anda juga memilih bahan-bahan logam yang tergolong hypoallergenic. Misalnya palladium, platinum, titanium, dan sterling silver atau yang biasanya berlabel 925 yang berarti 92,5 % murni.
4. Cegah Komplikasi Tindik
Bila setelah ditindik bayi langsung dipakaikan anting, pastikan Anda tidak buru-buru melepasnya sebelum enam minggu masa pemakaian. Selama waktu itu, jangan abai pula untuk membersihkan telinga dengan alkohol di sekitar anting.
Tapi Anda perlu memutar anting setidaknya sekali sehari dan bersihkan sela-selanya. Lakukan dengan perlahan-lahan ya, Moms. Jangan menekannya terlalu kencang agar tidak menyakitkan si kecil.
Anda juga perlu mengeringkan telinga secara merata hingga ke anting selepas mandi. Itu berguna agar telinga bayi tidak lembab hingga menimbulkan berbagai macam gangguan. Seperti, berkembangnya jamur hingga kuman penyakit.
ADVERTISEMENT
5. Cermat dan telaten
Telinga anak
Telinga anak (Foto: Pixabay)
Memakaikan tindik bayi memang butuh kecermatan dan ketelatenan tinggi. Telitilah untuk memerhatikan si kecil selama pemakaikan tindik. Jangan memaksakan jika telinga si kecil kemudian bermasalah. Telatenlah merawat agar telinga tetap bersih.
Jangan lupa untuk konsultasikan pula pertimbangan menindik bayi ke dokter anak Anda.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan