Saran Psikolog Bila Anak Praremaja Mulai Kerap Melawan dan Tak Mau Diatur
ยทwaktu baca 2 menit

Bagi anak yang beranjak remaja, ada banyak sekali perubahan yang akan terjadi dalam kehidupannya. Salah satunya terkait perkembangan emosional. Bila anak Anda memasuki usia praremaja, apakah si kecil sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerap melawan, tidak mau diatur, atau jadi cepat marah?
Perubahan sikap ABG ini rupanya cukup umum terjadi kok, Moms. Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psikolog, penyebabnya dikarenakan adanya perubahan hormon yang memengaruhi anak.
"Ditambah seringkali lingkungan kurang peka dengan perubahan pada diri anak. Contoh, orang tua yang masih memperlakukan anak seperti anak kecil, sehingga anak merasa tidak nyaman dan jadi sering melawan," ungkap Vera kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Selain itu, Vera menjelaskan, ada beberapa perubahan emosional yang cukup banyak dialami anak-anak praremaja, yakni:
Mood swing atau perubahan emosi secara cepat, yang kadang tanpa sebab yang jelas
Cepat tersinggung dan mudah badmood
Ingin diberi kebebasan dan kepercayaan karena merasa bukan anak kecil lagi
Cara Bijak Menghadapi Anak Praremaja yang Sedang Mengalami Perubahan Emosional
Saat menyadari ada perubahan sikap dan perilaku pada anak Anda yang beranjak remaja, mungkin Anda akan cukup kebingungan. Namun, Vera menilai orang tua perlu agar tetap tenang, dan sebaiknya mengenali apa yang sedang terjadi, terutama pada usia anak Anda. Kemudian, orang tua juga perlu mengajak anak membicarakan perubahan yang sedang dialami, agar bisa dibantu untuk diarahkan ke hal-hal yang positif.
"Saling ungkapkan harapan masing-masing, cari jalan tengahnya. Orang tua pun harus terbuka dan menyadari ada cara-cara pengasuhan yang perlu disesuaikan mengikuti usia anak. Dan jangan lupa, dampingi anak dalam perjalanan emosinya. Seperti memvalidasi emosi, tunjukkan rasa empati dan bersama-sama mencari cara untuk kelola serta ekspresikan emosi yang tepat," tutur Vera.
Lalu, bagaimana jika anak justru jadi menutup diri dari orang tuanya? Perlu dipahami, Moms, bahwa ni terjadi karena anak merasa orang tunya kurang memahami perubahan yang sedang dialaminya.
Tetapi tenang saja, karena Vera menyebut ada beberapa kegiatan atau rutinitas yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengelola emosinya. Apa saja? Ini tipsnya dari Vera:
Adakan secara rutin kesempatan untuk ngobrol berdua secara santai, hangat, dan terbuka
Jadi pendengar yang baik
Terapkan jadwal olahraga rutin 2-3 kali seminggu untuk membantu melepaskan emosi, serta memunculkan hormon positif yang membantu anak lebih nyaman dengan kondisinya
