Seks saat Hamil, Apakah Akan Menyakiti Bayi di Dalam Kandungan?

10 Januari 2021 19:19 WIB
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi seks saat hamil Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seks saat hamil Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Banyak pasangan khawatir untuk melakukan seks saat hamil. Apalagi bila kehamilan yang dijalani merupakan yang pertama kali. Mereka umumnya cemas, seks dapat menyakiti bayi di dalam kandungan.
ADVERTISEMENT
Padahal jika kondisi kehamilan Anda tidak bermasalah, berhubungan seks saat hamil boleh dan aman saja dilakukan, dari trimester pertama hingga ketiga selama kantung ketuban belum pecah.
Lantas, bagaimana dengan si kecil di dalam sana? Apakah berhubungan seks bisa membahayakan atau menyakitinya?

Fakta Terkait Seks saat Hamil dan Bayi di Dalam Kandungan

Seks saat hamil dan bayi di dalam kandungan. Foto: Shutterstock
1.Bayi Dilindungi Otot Rahim dan Cairan Ketuban
WebMD melansir, saat ibu berhubungan seks, bayi di dalam kandungan tetap aman karena dilindungi oleh otot rahim dan juga cairan ketuban. Jadi penetrasi saat berhubungan seks tidak akan menyakiti si kecil.
2.Seks saat Hamil Dapat Memicu Kontraksi
Meski tidak menyakiti atau membahayakan bayi di dalam kandungan, perlu diketahui, berhubungan seks saat hamil memang bisa membuat ibu mengalami kontraksi. Bahkan, Anda bisa langsung merasakan kontraksi setelah orgasme, Moms. Pada sebagian wanita kontraksi tersebut bahkan dapat berlangsung selama 30 menit atau lebih.
ADVERTISEMENT
Lantas apakah hal itu aman? Mengutip Fit Pregnancy, ibu hamil ternyata bisa mengalami orgasme yang jauh lebih intens saat bercinta. Sebab saat hamil, seluruh daerah genital dan panggul--termasuk rahim, juga ikut membesar dengan aliran darah lebih dari biasanya.
Namun Anda tak perlu khawatir, mengutip Just Parents, kontraksi yang terjadi selama ibu mengalami orgasme hanya akan menyebabkan si kecil merasakan sedikit tekanan.
3.Yang Bayi Rasakan saat Ibu Berhubungan Seks
Seks saat hamil. Foto: Shutterstock
Walau mengalami sedikit tekanan, bayi di dalam kandungan juga tidak akan tahu atau memahami apa yang sedang terjadi. Tekanan tersebut juga tidak memiliki efek negatif pada janin.
Si kecil mungkin hanya akan merasa seperti dipeluk sedikit. Itulah sebabnya, kenapa sesaat setelah orgasme ibu akan merasa janinnya lebih banyak bergerak atau menendang.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil sebaiknya menunda untuk berhubungan seks dengan pasangan. Misalnya saja, bila mengalami perdarahan, pecah ketuban, ancaman persalinan prematur, inkompetensi serviks, plasenta previa, punya riwayat persalinan prematur atau dilarang oleh dokter karena ada risiko lainnya.