kumparan
14 Agustus 2019 14:20

Semua yang Perlu Ibu Hamil Ketahui di Trimester Kedua

Ibu hamil tidur.
ilustrasi ibu hamil trimester kedua. Foto: Shutterstock
Selama 9 bulan mengandung buah hatinya, ibu hamil umumnya kerap mendengar istilah-istilah baru. Mulai dari istilah yang terkait dengan kehamilan, janin atau bayi hingga persalinan. Istilah trimester kedua, bisa jadi salah satunya. Apakah Anda sudah memahami betul arti istilah ini, Moms? Tenang saja, kalau belum juga tidak apa-apa kok. Sekarang, Anda bisa memahaminya.
ADVERTISEMENT
Yang pertama perlu dipahami, kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu. Minggu-minggu dikelompokkan menjadi tiga trimester. Trimester kedua meliputi minggu ke 13 hingga 27 kehamilan.
Pada trimester kedua, bayi tumbuh lebih besar dan lebih kuat dan umumnya perut ibu juga sudah mulai tampak lebih besar atau membuncit! Kebanyakan ibu hamil juga mengaku kalau mereka merasa trimester kedua jauh lebih mudah daripada yang pertama. Terutama karena rasa mual dan kelelahan biasanya mulai berkurang.
Bukan cuma itu, di trimester kedua kebanyakan ibu hamil juga sudah bisa merasakan gerakan bayi di dalam perutnya. Senang, ya?
Meski begitu, ibu hamil tetap perlu tahu hal-hal yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya di trimester kedua ini.
preeklamsia, preeklampsia, ibu hamil, hamil, sakit kepala
Ilustrasi ibu hamil sakit kepala sebagai ciri dari preeklampsia. Foto: Shutter Stock
Perubahan pada Tubuh Ibu Hamil di Trimester Kedua
ADVERTISEMENT
Di trimester kedua, tubuh ibu hamil akan merasakan atau mengalami beberapa perubahan berikut ini:
  1. Rahim mengembang, perut lebih besar.
  2. Pusing atau kondisi tekanan darah rendah
  3. Pegal-pegal
  4. Nafsu makan meningkat
  5. Mulai muncul stretch mark pada perut, payudara, paha, atau bokong
  6. Mulai tampak perubahan kulit, seperti penggelapan kulit di sekitar puting atau bercak kulit yang lebih gelap
  7. Rasa gatal di perut dan bagian tubuh lain
  8. Pembengkakan pada pergelangan kaki atau tangan
Kedelapan hal ini, mungkin membuat Anda tidak nyaman. Tapi bersabarlah, Moms. Ini semua merupakan hal yang wajar, kok. Anda tidak perlu khawatir.
Tapi bila pada trimester kedua Anda mengalami mual dan muntah yang mengganggu, jaundice (menguningnya bagian putih mata), pembengkakan ekstrem atau pertambahan berat badan yang cepat, ini tanda Anda perlu mendiskusikannya dengan dokter segera.
Ilustrasi hamil melakukan USG 4 dimensi
Ilustrasi hamil melakukan USG 4 dimensi Foto: Shutter Stock
Perkembangan Janin di Trimester Kedua
ADVERTISEMENT
Selain mulai bergerak, organ bayi menjadi berkembang penuh selama trimester kedua. Bayi juga dapat mulai mendengar dan menelan. Rambut di kepala dan beberapa bagian tubuhnya (rambut halus) pun mulai tumbuh.
Karena pesatnya perkembangan bayi, jangan lupa temui dokter setiap dua hingga empat minggu selama trimester kedua kehamilan ini ya, Moms. Dokter biasanya juga akan menjalankan beberapa tes yang meliputi:
  1. Pengukuran tekanan darah dan berat badan ibu
  2. Pemeriksaan USG (juga bisa untuk menentukan apakah bayi Anda laki-laki atau perempuan)
  3. Skrining diabetes dengan tes darah
  4. Tes untuk mengamayi kemungkinan cacat lahir dan tes penyaringan genetik lainnya.
  5. Amniosentesis (tes untuk mengetahui kelainan genetik pada bayi dengan memeriksa cairan ketuban atau cairan amnion).
Ibu Hamil Olahraga
Ibu Hamil Olahraga Foto: Shutter Stock
Selalu Sehat di Trimester Kedua
ADVERTISEMENT
Agar bisa tetap sehat selama trimester kedua, ibu hamil perlu mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindarinya.
Yang harus dilakukan ibu hamil di trimester kedua antara lain terus mengonsumsi vitamin prenatal (bisa dianjurkan dokter), berolahraga secara teratur, melatih dasar panggul dengan melakukan latihan Kegel, mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, ragam sumber protein rendah lemak, dan serat, minum banyak air, makan cukup kalori (sekitar 300 kalori lebih banyak dari biasanya) hingga menjaga kesehatan gigi dan gusi Anda. Ingat Moms, kebersihan gigi yang buruk pada ibu hamil berkaitan dengan persalinan prematur! Tidak mau, kan?
Sementara apa-apa yang harus dihindari ibu hamil di trimester kedua misalnya melakukan olahraga berat atau latihan beban yang bisa menyebabkan cedera pada perut Anda, minum alkohol, konsumsi kafein (batasi hanya satu cangkir kopi atau teh per hari ya, Moms!), merokok, minum obat-obatan ilegal atau tanpa resep dokter, makan ikan mentah atau makanan setengah matang, makan kecambah mentah, menyentuh kotoran kucing yang dapat membawa parasit yang menyebabkan toksoplasmosis, hingga minum susu yang tidak dipasteurisasi atau produk susu lainnya.
ADVERTISEMENT
Jadi sekarang sudah jelas kan, Moms? Semoga Anda merasa lebih siap dan tenang menjalani kehamilan di trimester kedua ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan