Seperti Apa Bau Sperma yang Sehat?

Aroma sperma yang khas, rasa-rasanya Anda pun cukup familiar. Namun apakah itu bau yang sesungguhnya alias yang sehat, atau malah sebaliknya? Nah, hal yang dianggap tabu ini harus diketahui sebab substansi ini turut berpengaruh pada peluang kehamilan.
Perlu diketahui, bahwa setiap pria dapat memiliki bau sperma yang berbeda-beda, Moms. Namun, pada umumnya bau sperma yang sehat memiliki ciri khasnya sendiri. Lantas, seperti apa bau sperma yang sehat?
Menurut Dokter Andrologi, dr. Maitra Djiang Wen, Sp.And-KFER, MClinEmbryol, bau sperma yang sehat pada umumnya memiliki aroma seperti vanila dan aroma tanaman lavender. Anda bisa mencium aromanya langsung sebelum masuk ke dalam vagina.
"Bau sperma itu kalau kita bilangnya itu kayak vanilla, lavender, tapi sebetulnya kita menyebutnya bau khas. Yang pasti kategorinya enak atau tidak enak, itu cenderung netral ke enak kali ya. Baunya khas sih lebih tepatnya," ujar dr. Maitra Djiang Wen, Sp.And-KFER, MClinEmbryol, saat dihubungi kumparanMOM, Kamis (28/5).
Bau sperma ini terbentuk dari kandungan yang terdapat di dalam sperma, yaitu seperti selenium, zinc, asam folat, dan antioksidan. "Semua bahan ini kan nutrisi-nutrisi yang nantinya berperan juga pada adanya peluang kehamilan," tambahnya.
Sedangkan bau sperma yang tidak sehat, aroma yang akan dikeluarkan adalah bau yang terlalu amis, atau baunya seperti telur busuk tidak normal. Kondisi ini biasanya adanya infeksi.
"Misal bau amis, ada merah-merah ada darahnya, itu biasanya ada infeksi. Kemudian kalau yang kuning baunya bukan amis tapi bau busuk, nah itu bau infeksi juga," ujar dokter yang praktik di Klinik Fertilitas Bocah Indonesia.
Adapun bau sperma itu sendiri dapat menjadi tanda apakah pria tersebut sedang sehat atau tidaknya. Oleh karena itu Moms, bila pasangan Anda mengalami aroma sperma yang tidak sedap, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter, demi mengetahui penyebab infeksi yang membuat sperma menjadi berbau amis hingga busuk.
“Ada bau-bau tertentu yang perlu diagnosa dan diperlukan pengecekan lebih lanjut,” pungkas dr. Maitra
