Mom6 November 2019 19:25

Seperti Apa saat Anak SD Berkompetisi demi Lingkungan yang Lebih Baik?

Konten Redaksi kumparan
Seperti Apa saat Anak SD Berkompetisi demi Lingkungan yang Lebih Baik? (217410)
Anak-anak SD Peserta DANCOW Kreasi Anak Indonesia Foto: DANCOW FortiGro
Pentingnya menumbuhkan jiwa-jiwa kreatif pada anak sejak dini, demi ide dan solusi untuk hidup yang lebih baik, Moms. Terlebih, banyak sekali masalah-masalah yang ada di lingkungan kita.
ADVERTISEMENT
Misalnya sampah plastik yang terus menggunung dan mencemari lingkungan. Siapa bilang usia anak-anak tidak bisa memberi solusi nyata itu?
Belum lama ini ini, DANCOW FortiGro, salah satu varian susu bubuk Dancow yang diproduksi oleh Nestlé Indonesia, untuk pertama kalinya menggelar DANCOW Kreasi Anak Indonesia (DKAI). Sebuah program yang bertujuan mendukung anak usia Sekolah Dasar (SD) untuk berpikir kreatif dan peduli terhadap permasalahan sekitar, Moms.
“Anak Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai inovator masa depan. Karenanya, kami tergerak untuk menggelar program yang dapat memberikan kesempatan kepada anak Indonesia dalam menuangkan kreativitasnya,” kata Business Executive Officer Dairy PT. Nestlé Indonesia, Windy Cahyaning Wulan.
DKAI mengajak siswa kelas 3 sampai 5 SD untuk saling berkompetisi dalam membuat ide kreasi dan solusi dari empat pilihan bidang: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Nutrisi, Lingkungan, dan Seni & Kreativitas. Terhitung sejak dibukanya pendaftaran pada 15 Maret hingga 30 Juni 2019, terdapat 1.270 ide kreasi yang masuk.
Seperti Apa saat Anak SD Berkompetisi demi Lingkungan yang Lebih Baik? (217411)
anak sekolah - POTRAIT Foto: Shutterstock
Adapun hasil karya dari para siswa yang tersebar di 20 kota ini antara lain: alarm tanggap banjir, antena TV yang terbuat dari kaleng bekas, vacum cleaner dari botol bekas, gel anti nyamuk alami hingga alat segel plastik, dan masih banyak lainnya.
ADVERTISEMENT
Kemudian pada Juli 2019 terpilihlah 20 ide kreasi terbaik. Kemudian mereka diberi waktu hingga 20 Agustus 2019 untuk mengembangkan prototipe ide kreasinya.
Akhirnya, pada 5 November 2019 yang lalu, acara yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia ini memilih 4 ide kreasi terbaik, berdasarkan hasil penjurian final yang dilakukan oleh perwakilan DANCOW Fortigro, perwakilan Kemdikbud, serta public figure Dik Doang dan Shahnaz Haque. Mereka yang menjadi pemenang adalah:
⁃Pilar nutrisi: SDN Cempaka Putih 03, Jakarta dengan menguji kandungan makanan berformalin dan boraks.
⁃Pilar seni & kreativitas: SD Dinoyo 03 Malang dengan tari lampah (pilah sampah).
⁃Pilar ilmu pengetahuan dan teknologi: SDK Santa Clara, Surabaya dengan membuat plastik biodegradable ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
⁃Pilar lingkungan: SDIT Al Hikmah Bintara, Bekasi dengan menciptakan robot pembersih daun di sekolah.
Seperti Apa saat Anak SD Berkompetisi demi Lingkungan yang Lebih Baik? (217412)
Juara Pertama dari DANCOW Kreasi Anak Indonesia Foto: DANCOW FortiGro
Menurut Shahnaz Haque, siswa kelas 3 sampai 5 SD yang berusia 9 hingga 11 tahun, umumnya sudah mulai bisa memecahkan masalah secara logis. Anak juga sudah bisa berpikir secara lebih ilmiah dan mengembangkan kekhawatiran mengenai isu-isu sosial dan identitas.
“Ide-ide kreasi yang dikembangkan selama program DKAI bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif solusi di masa yang akan datang,” tambahnya.
Selain itu, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Khamim, M.Pd menambahkan bahwa peningkatan daya saing regional, merupakan salah satu poin yang diangkat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019. Oleh karena itu, dirinya berharap melalui program DKAI, siswa dapat mengoptimalkan daya juang, kerja keras, kemandirian, serta membangun komunikasi yang baik antar sesama.
ADVERTISEMENT
“Dengan begitu, selain kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan sosial, mereka juga dapat membangun kepribadian yang berkarakter sebagai putra dan putri Indonesia, calon pemimpin Indonesia yang hebat di masa depan. Tak hanya siswa, para pengajar pun dapat semakin termotivasi dalam memberikan pelajaran yang berkualitas, sehingga bersama dengan anak didiknya dapat berinovasi menjawab tantangan-tantangan yang ada di sekitar,” kata Khamim.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white