Seperti Apa Tekstur ASI yang Bagus untuk Bayi?
·waktu baca 2 menit

ASI punya beragam nutrisi yang sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. Sehingga, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif untuk bayi hingga berusia 6 bulan dan dilanjutkan pemberiannya hingga usia 2 tahun atau lebih dengan disertai MPASI bergizi.
Salah satu hal yang umumnya jadi perhatian ibu menyusui adalah tekstur ASI. Sebab, tekstur ASI sering kali mengalami perubahan, dari kental menjadi encer ataupun sebaliknya. Hal ini mungkin membuat ibu menyusui kebingungan dan berpikir bahwa ASI yang dimilikinya tidak berkualitas, sehingga tidak bagus untuk si kecil.
Lantas sebenarnya, seperti apa tekstur ASI yang bagus untuk bayi?
Kata Ahli soal Tekstur ASI yang Bagus untuk Bayi
ASI yang kental maupun encer sebenarnya sama-sama bagus untuk bayi, Moms. Sebab, umumnya ASI memang memiliki dua tekstur alami tersebut, yaitu ASI encer yang disebut foremilk dan ASI kental atau hindmilk. Hal ini dijelaskan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Farahdibha Tenrilemba, S.S., M.Kes pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
“Sebenarnya ASI encer atau kental, dua-duanya tentu baik untuk bayi. Bayi akan minum foremilk kalau dia haus dan melepas payudara saat hindmilk mulai keluar. Tapi, kalau bayi lapar maka dia akan mengisap terus sampai hindmilk keluar,” jelas perempuan yang kerap disapa Dibha itu.
Ya Moms, foremilk merupakan ASI pertama yang bertekstur lebih encer berwarna putih bening dan keluar di sesi awal menyusui. Sementara, hindmilk merupakan ASI kental berwarna kekuningan yang keluar pada akhir sesi menyusui. Perbedaan tekstur di antara keduanya membuat foremilk dan hindmilk juga memiliki manfaat yang berbeda untuk bayi.
Dikutip dari laman resmi AIMI, ASI foremilk sangat bermanfaat untuk bayi karena kaya akan karbohidrat, vitamin, dan protein serta tinggi laktosa, yang mampu membantu perkembangan otak bayi, memberi energi, mengatasi rasa haus dan sifatnya sebagai 'minuman'.
Sementara, ASI hindmilk yang bertekstur lebih kental memiliki kandungan lemak yang lebih banyak daripada foremilk. Sehingga, ASI hindmilk akan membuat bayi lebih kenyang setelah menyusu. Sebab, hindmilk berperan sebagai 'makanan'.
“Hindmilk itu lebih ke ‘makanannya.’ Jadi kalau bayi lapar, dia akan mengambil foremilk (minuman) dulu sampai akhirnya muncul hindmilk yang mengandung lebih banyak lemak. Akhirnya, laparnya juga jadi terbayar atau kenyang,” lanjut Dibha.
Jadi, sudah jelas ya bahwa ASI kental maupun encer sama-sama baik untuk bayi. Meski memiliki tekstur yang berbeda, keduanya memiliki manfaat yang baik untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang si kecil.
