Sering Buat Konten Bareng Anak? Perhatikan Ini, Moms
ยทwaktu baca 2 menit

Membuat konten bersama anak sedang menjadi tren di kalangan orang tua. Umumnya, mereka membuat konten keseharian keluarga atau perilaku si kecil yang dianggap lucu.
Mungkin ini menjadi cara orang tua untuk mengabadikan momen berharga buah hatinya. Namun, mengunggahnya ke media sosial menjadi hal berbeda, terutama bila Anda menampilkan si kecil.
Sifat media sosial yang teramat cepat membuat banyak orang bisa melihat atau bahkan menyebarkan konten Anda bersama anak. Awalnya mungkin tampak menyenangkan karena jadi banyak orang yang mengenal keluarga kecil Anda, tapi, sebenarnya ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat konten bareng anak.
Kata Psikolog soal Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Buat Konten Bareng Anak
Tidak ada yang salah bila ibu dan ayah ingin membuat konten bersama anak dan mengunggahnya ke sosial media. Tapi perlu diingat, setiap konten baik foto ataupun video yang diunggah memiliki potensi untuk viral dan mendapatkan komentar dari audiens, ya, Moms.
"Kita (orang tua) perlu waspada dan memperhatikan apakah konten yang dibuat bersama anak violating (melanggar) etika anak atau meletakkan mereka dalam bahaya seperti membagi informasi pribadi misalnya," ujar psikolog anak, Kanti S. Pernama, pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Penting bagi orang tua untuk menjaga harga diri dan menghargai hak anak sebagai manusia. Saat membuat konten, pastikan Anda menjaga informasi pribadinya dan memastikan keamanannya secara fisik dan psikologis. Misalnya tidak membuat konten yang memperlihatkan area privat anak atau mengandung teriakan kemarahan pada si kecil.
Kanti juga mengimbau para orang tua agar berpikir dua kali sebelum membuat atau mengunggah konten yang melibatkan anaknya. Sebab, perkembangan zaman digital mempengaruhi lonjakan audiens yang akan melihat dan menyebarkan konten Anda.
"Sangat tipis batasan oversharing yang akhirnya (bisa) membahayakan keamanan personal anak. Postingan di media sosial juga secara nggak langsung membentuk online identity atau online reputation baik orang tua maupun anak," pungkas Kanti.
Jadi, boleh-boleh saja membuat konten bersama anak, namun sebaiknya utamakan kenyamanan dan keselamatannya ya, Moms. Jika anak sudah bisa diajak berkomunikasi, maka mintalah izin terlebih dahulu bila ingin merekam atau memotretnya.
Tapi jika anak masih bayi, sebaiknya terapkan batasan yang pasti tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibagikan di media sosial. Misalnya tidak memperlihatkan wajah, lokasi pengambilan gambar, alamat rumah, hingga identitas pribadi si kecil yang terperinci.
