Studi: Jadi Orang Tua Humoris Bisa Kurangi Konflik dalam Pengasuhan Anak
ยทwaktu baca 3 menit

Pengasuhan anak tidak selalu harus dengan aturan-aturan sakelek dan serius. Dengan banyak humor, candaan, dan lelucon, bahkan bisa menjadi salah satu kunci pengasuhan anak yang mungkin dampak positifnya tidak pernah Anda sadari sebelumnya. Gimana maksudnya?
Ya Moms, sebuah jurnal yang diterbitkan di PLOS One menunjukkan menjadi orang tua yang humoris bisa memengaruhi cara pandang anak kepada ayah dan ibunya. Penulis studi bertanya kepada sejumlah responden orang dewasa tentang apakah dan bagaimana orang tua mereka menggunakan humor di rumah. Dan bagaimana dampaknya selama bertahun-tahun terhadap pengalaman masa kecil mereka.
Hasilnya cukup mengejutkan. Orang tua yang lucu dan humoris di mata anak-anaknya dipandang lebih positif, punya hubungan yang lebih kuat dengan anak-anaknya sampai mereka berusia dewasa, serta dianggap sebagai orang tua yang lebih baik dan efektif.
Meski studi ini masih baru permulaan, tapi temuan ini menawarkan sesuatu yang meyakinkan dan optimistis dalam pengasuhan anak. Jadi, hal-hal kecil seperti menjadi orang tua yang baik dan penuh keteladanan, serta mengurangi emosi dan banyak berusaha membuat anak tertawa, bisa menciptakan dampak positif yang bermanfaat bagi tumbuh kembang si kecil.
Kenapa Menjadi Orang Tua yang Humoris Penting dalam Pengasuhan Anak?
Dalam studi itu diungkapkan bahwa tertawa bersama tidak sekadar menciptakan kebahagiaan. Tetapi, juga dapat bermanfaat dalam pengasuhan anak sehari-hari.
"Khususnya, humor dalam membuat perubahan perspektif tentang bagaimana cara kita menafsirkan suatu peristiwa dan meresponsnya. Dan dengan demikian, membuka kemungkinan [perspektif] baru bagi anak-anak dan orang dewasa," tulis studi tersebut, seperti dikutip dari laman Parents.
Dengan kata lain, banyak tawa dan canda bersama anak bisa mengubah situasi yang selama ini cenderung mengarah kepada konflik. Salah satu contoh dalam penelitian ini, misalnya, ketika anak tantrum dan orang tua tidak berhasil membujuknya untuk berhenti. Beberapa orang tua mungkin akan langsung meresponsnya dengan emosi dan amarah. Namun, beda responsnya ketika si kecil melihat Anda berusaha melontarkan kalimat-kalimat lucu atau melakukan sesuatu untuk membuat tantrumnya berhenti.
Rupanya, cara ini dapat secara perlahan membuat anak jadi tertawa dan merasa lebih baik setelah tantrumnya selesai. Bonusnya, Anda pun juga terhindar dari rasa stres dan frustrasi, lho!
Dan menjadi orang tua humoris juga mungkin bisa memiliki efek jangka panjang. Psikolog dan pakar parenting, Reena Patel, LEP, BCBA, mempelajari cara seseorang berusaha menciptakan suasana positif dengan humor dan candaan, bahkan dalam situasi menegangkan sekalipun. Ketika Anda dinilai anak berhasil melakukannya, membuat situasi menegangkan jadi lebih cair, si kecil pun sekaligus memperhatikan dan mempelajari keterampilan seumur hidupnya, Moms.
"Ini benar-benar dapat membantu sudut pandang anak dan membantunya melihat segala sesuatu secara positif," ungkap Patel.
Bagaimana Cara Menambah Humor dalam Pengasuhan Anak?
Bagi Anda yang selama ini mungkin sulit menciptakan candaan dan humor bersama keluarga, tidak perlu khawatir. Menurut Patel, hal pertama yang orang tua perlu pahami adalah dekat dengan anak. Lalu, banyak-banyaklah berinteraksi!
"Naikkan intensitas bermain bersama anak dan nikmati waktu bersama mereka. Dan tawa pun akan datang saat kalian sedang bermain dan menikmati waktu bersama," kata Patel.
Cara lainnya adalah membiarkan anak-anak menertawakan orang tuanya. Contohnya, lakukan apa pun untuk membuat Anda terlihat konyol sehingga anak pun akan terhibur. Namun, pastikan untuk melakukannya dengan cara yang tidak berlebihan dan tetaplah mengikuti batasan. Sebab, anak tetap perlu melihat sosok orang tuanya sebagai teladan yang bisa dicontoh, bijaksana, serta perannya sebagai ayah dan ibu.
"Ini juga akan membantu anak Anda memahami bahwa ada waktu untuk serius, dan kapan situasi bisa dibuat lebih lucu dan konyol," tutup Patel.
