Kumparan Logo

Studi: Kurang Tidur dapat Pengaruhi Kesehatan Mental Orang Tua

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu Insomnia. Foto: PRPicturesProduction/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu Insomnia. Foto: PRPicturesProduction/Shutterstock

Setelah menjadi orang tua, hidup seseorang mungkin tak lagi sama. Mereka umumnya akan mengalami perubahan dalam hidupnya, baik perubahan yang menyenangkan maupun perubahan yang mungkin mengganggu kesehatannya. Salah satunya adalah tentang pola tidur.

Ya Moms, pola tidur Anda mungkin akan berubah setelah menjadi orang tua. Sebelum punya anak, Anda mungkin masih bisa tidur 6 – 8 jam per hari. Namun, setelah si kecil lahir, Anda jadi lebih sering begadang karena harus menyusui, mengganti popok bayi, atau menenangkan si kecil yang rewel. Dampaknya, hal itu akan mempengaruhi kesehatan mental Anda. Simak penjelasanya sebagaimana dikutip dari Healthline.

Bagaimana Kurang Tidur dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Orang Tua?

Ilustrasi ayah ngantuk Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Mengasuh dan merawat bayi menjadi alasan umum orang tua jadi kurang tidur. Bahkan, hanya 10 persen orang tua baru yang melaporkan dapat tidur selama 7 jam per hari. Mayoritas di antara mereka mengaku jadi kurang tidur setelah memiliki bayi.

“Anda mungkin akhirnya merenungkan apakah Anda akan bisa tertidur. Anda mungkin berpikir, ‘Ini adalah waktu saya, ini adalah tiga jam yang saya miliki, saya harus tidur sekarang,’ Itu tidak berhasil untuk siapa pun,” jelas Catherine Monk, Ph.D., profesor psikologi medis di Departemen Psikiatri, Obstetri, dan Ginekologi di Universitas Columbia.

Selain itu, perubahan hormon juga bisa menjadi penyebab orang tua jadi kurang tidur, terutama pada ibu. Penurunan hormon estrogen dan progesteron yang terjadi setelah melahirkan dapat mempengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab untuk membantu tidur. Hal itu akhirnya membuat tidur ibu jadi kurang berkualitas dan berdampak pada kesehatan emosional dan memori.

Jika kurang tidur terus terjadi dalam waktu lama, hal itu berisiko mempengaruhi kesehatan mental orang tua. Ya Moms, kondisi tersebut memicu peningkatan hormon stres, sehingga Anda tak bisa berpikir jernih dan mengatur emosi dengan baik. Selain itu, Anda juga jadi mudah marah, cemas berlebihan, hingga depresi.

Baik ibu maupun ayah baru yang kurang tidur sama-sama memiliki risiko masalah kesehatan mental. Pada ibu, kurang tidur dapat meningkatkan risiko depresi pascapersalinan. Sementara pada ayah, mereka juga merasakan kelelahan yang sama seperti yang dirasakan ibu karena pada umumnya mereka harus bekerja pada pagi hingga sore hari.

Untuk itu, penting bagi ibu dan ayah baru untuk membagi waktu tidur selama mengasuh bayi. Misalnya saja tidur secara bergantian untuk menjaga si kecil. Jika memungkinkan, tak ada salahnya untuk meminta bantuan pada anggota keluarga yang lain agar ibu dan ayah bisa beristirahat sejenak.

kumparan post embed