Studi: Risiko Keguguran Meningkat di Musim Kemarau, Kenapa Ya?

4 Agustus 2022 9:05
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi wanita keguguran. Foto: fizkes/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita keguguran. Foto: fizkes/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Bisa hamil dan melahirkan bayi yang sehat adalah dambaan pasangan suami istri. Meski begitu, beberapa ibu hamil mungkin saja mengalami hal yang tidak diinginkan, salah satunya keguguran.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, dikutip dari Medical Xpress, sekitar 30 persen kehamilan berakhir dengan keguguran. Kondisi itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti jumlah kromosom yang tidak normal, pendarahan di serviks, hingga masalah plasenta.
Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa risiko keguguran bisa meningkat selama musim kemarau. Kenapa ya?
Ilustrasi Ibu Hamil Kepanasan di musim kemarau. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu Hamil Kepanasan di musim kemarau. Foto: Shutter Stock

Penjelasan soal Hubungan Musim Kemarau dan Keguguran saat Hamil

Sebelumnya Anda perlu paham bahwa kondisi kehamilan setiap wanita bisa berbeda-beda. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor lingkungan dalam merespons kehamilan. Salah satunya karena kondisi cuaca.
Ya Moms, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Boston University School of Public Health (BUSPH), risiko keguguran dapat meningkat pada musim kemarau. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiology ini menyelidiki perbedaan risiko keguguran di setiap musim. Salah satu hasilnya menunjukkan bahwa keguguran berisiko 44 persen lebih tinggi terjadi pada musim kemarau.
Ilustrasi ibu hamil di musim panas. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil di musim panas. Foto: Shutterstock
Menurut Dr. Amelia Wesselink, asisten profesor penelitian epidemiologi di BUSPH, keguguran di musim kemarau paling sering terjadi sebelum usia kehamilan delapan minggu.
ADVERTISEMENT
“Kami menemukan bahwa risiko keguguran, terutama risiko keguguran ‘awal’ sebelum usia kehamilan delapan minggu paling tinggi di musim panas,” kata Wesselink, masih dikutip dari Medical Xpress.
Lebih lanjut, Wesselink menjelaskan, hubungan antara musim kemarau dan keguguran belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh British Medical Journal, keguguran di musim kemarau dicurigai karena tingginya suhu bumi yang dapat mengganggu kesehatan ibu hamil.
“Sekarang kita perlu menggali lebih dalam untuk memahami jenis paparan apa yang lebih umum di musim kemarau, dan paparan mana yang lebih sering terjadi di musim kemarau. Paparan ini bisa menjelaskan risiko keguguran,” tambah Wesselink.
Nah Moms, jadi sampai saat ini sebenarnya belum diketahui pasti kenapa risiko keguguran meningkat di musim kemarau. Pastikan saja Anda menerapkan pola hidup sehat untuk meminimalisasi kemungkinan buruk yang mungkin terjadi selama kehamilan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020