Survei KPAI: Ini 9 Usulan Siswa Terkait Program Pembelajaran Jarak Jauh

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei pada 1700 siswa terkait program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Survei yang dilakukan sejak tanggal 13-20 April 2020 ini dilakukan di 20 provinsi dan 54 kabupaten atau kota di Indonesia. Adapun narasumbernya adalah siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dari hasil survei yang dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa 76,7 persen siswa tidak senang belajar di rumah. Mayoritas alasannya, karena merasa kesulitan mengerjakan berbagai tugas secara jarak jauh.
"Siswa tidak senang pembelajaran jarak jauh angkanya cukup tinggi. Dari 1.700 (responden) ini 76,7 persen (merasa) tidak senang," ungkap Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, melalui konferensi pers online, Senin (27/4).
Sementara sisanya, yaitu 23,3 persen baru merasa senang. Alasannya, kata Retno, karena tidak perlu bangun pagi selama belajar dari rumah.
"Alasan senang pun tidak perlu bangun pagi, tidak perlu pakai seragam," tambahnya.
Survei juga menunjukkan bahwa 53,6 persen anak tidak punya Wifi di rumahnya, sehingga hal ini juga bisa menjadi faktor penghambat untuk melaksanakan PJJ selama masa pandemi corona.
Tidak hanya diminta untuk menjelaskan bagaimana keadaan selama PJJ, para siswa juga diminta untuk memberikan usulan terhadap program belajar yang sekarang sedang mereka jalani. Berikut 9 usulan yang diajukan oleh para siswa.
1. Sebanyak 50,9 persen siswa mengusulkan untuk mengurangi tugas. Sehari diberikan 1 tugas dan penugasan menjawab soal cukup 5 soal saja.
2. Sebanyak 47,5 persen siswa mengusulkan agar batas waktu pengumpulan tugas tidak terlalu cepat.
3. Sebanyak 56,7 persen siswa mengusulkan supaya guru jangan hanya memberikan tugas tapi juga menjelaskan secara daring.
4. Sebanyak 29,6 persen siswa mengusulkan kepada guru untuk memberikan materi tertulis yang bisa dipelajari siswa secara mandiri.
5. Sebanyak 23,6 persen siswa menyarankan supaya guru memberikan informasi tentang wabah COVID-19 yang bisa didiskusikan melalui aplikasi WhatsApp.
6. Sebanyak 16,9 persen siswa mengusulkan agar guru dapat memberikan tugas terkait isu wabah COVID-19 setelah ada informasi dan diskusi dua arah.
7. Sebanyak 51,4 persen siswa menyarankan para guru seharusnya berkoordinasi mengenai penugasan siswa. Bila memungkinkan ada jadwal yang disusun bersama para guru, sehingga penumpukan tugas dan waktu pengerjaan dapat disesuaikan dengan kondisi siswa dan tetap memenuhi hak-hak anak.
8. Sebanyak 52,8 persen siswa usul kepada pemerintah untuk menggratiskan internet, karena PJJ dengan daring membutuhkan kuota yang sangat besar.
9. Sebanyak 30 persen siswa mengusulkan project yang pengerjaan butuh waktu dan energi banyak sebaiknya merupakan project kolaborasi beberapa mata pelajaran.
Nah Moms, mengingat metode PJJ adalah hal yang baru di Indonesia, maka adanya survei seperti ini, diharapkan bisa memberikan evaluasi dan membuat program belajar dari rumah lebih baik lagi selama masa pandemi corona.
