Mom
·
21 September 2020 11:59

Susu Kedelai Bisa Jadi ASI Booster, Benar Enggak Sih?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Susu Kedelai Bisa Jadi ASI Booster, Benar Enggak Sih? (33070)
Ilustrasi susu kedelai. Foto: Pixabay
Selain rasanya yang enak, susu kedelai kerap dikonsumsi oleh ibu menyusui karena dipercaya bisa jadi ASI booster. Olahan dari kacang kedelai ini biasanya juga jadi alternatif pilihan ibu menyusui yang alergi susu sapi. Tapi apakah hal ini sudah terbukti? Atau sebenarnya cuma mitos belaka?
Susu Kedelai Bisa Jadi ASI Booster, Benar Enggak Sih? (33071)
kedelai Foto: Shutterstock

Soal Bukti Ilmiah Susu Kedelai Sebagai ASI Booster

ADVERTISEMENT
Menurut dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Menyusui, secara ilmiah hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa susu kedelai bisa jadi ASI booster. Meskipun begitu, ia mengakui bahwa kedelai merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik bagi kesehatan.
"Belum ada bukti yang cukup bahwa kalau minum sehari satu gelas susu kacang maka ASI-nya akan banyak," ujar dokter yang akrab disapa dr. Wi ketika dihubungi kumparanMOM baru-baru ini.
Selain itu, perlu diketahui juga Moms, bahwa tak semua ibu menyusui dapat mengonsumsi susu kedelai atau berbagai olahan kacang kedelai lainnya. Sebab, mungkin saja bayinya akan alergi terhadap kedelai yang ia konsumsi. Jadi, pastikan terlebih dulu bahwa bayi Anda tak punya alergi kedelai.
Susu Kedelai Bisa Jadi ASI Booster, Benar Enggak Sih? (33072)
Ilustrasi susu kedelai. Foto: Shutterstock

Kandungan Kedelai

Meski belum ada penelitian yang membuktikan bahwa susu kedelai bisa jadi ASI booster, namun dr. Wiyarni tak melarang apabila ibu menyusui ingin konsumsi susu kedelai atau olahan kacang kedelai lainnya --di samping ibu atau bayi tak memiliki riwayat terhadap alergi. Karenanya selain mengandung protein yang baik, kedelai juga mengandung karbohidrat, vitamin E, vitamin K, zat besi, kalsium, asam lemak esensial, dan serat yang baik bagi tubuh.
ADVERTISEMENT
Mengutip Hello Motherhood, sebuah studi yang dipublikasikan oleh Ohio State University, Amerika Serikat menunjukkan bahwa sebenarnya ibu menyusui membutuhkan sekitar 71 gram protein setiap harinya. Angka ini tidak hanya mencakup protein ibu untuk menjaga fungsi tubuh mereka sendiri secara normal, tapi juga protein tambahan yang memicu laktasi. Jadi, apabila ibu ingin produksi ASI tetap lancar, maka Anda perlu memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan kata lain, meski Anda sudah konsumsi kedelai, namun belum tentu produksi ASI Anda akan meningkat. Karena ada jumlah protein yang dibutuhkan ibu setiap harinya.
Dokter yang berpraktik di BJ Medical Center Jakarta Barat ini pun menyarankan agar ibu tetap konsumsi makanan yang bergizi karena semua makanan tentu akan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda.
ADVERTISEMENT
"Makanya kita enggak pernah larang (ibu menyusui minum susu kedelai). Boleh dikonsumsi sebagai variasi dalam menu harian itu bagus," paparnya.
Susu Kedelai Bisa Jadi ASI Booster, Benar Enggak Sih? (33073)
Ibu menyusui Foto: Shutterstock

Cara Tingkatkan Produksi ASI

Untuk itu, dr. Wiyarni menganjurkan bagi ibu menyusui yang ingin produksi ASI lancar agar dapat sesering mungkin menyusui bayi secara langsung dan mengosongkan payudara agar hormon prolaktin --hormon yang memproduksi ASI dalam tubuh ibu tetap aktif. Selain itu, isapan bayi juga merupakan salah satu hal yang dapat memicu produksi ASI meningkat.
Apabila segala cara telah dilakukan namun tak ada kemajuan apa pun atau ibu memang mengalami kendali terkait produksi ASI sedikit, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter atau konselor laktasi untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.
"Tetap konsultasi ke dokter, kan konsultasi sekarang gampang, mudah. Mau tanya saya mau pakai galaktogok dok, ada produk ini, ini aman enggak? Nanti bisa kami cek," tutupnya.
ADVERTISEMENT