kumparan
31 Juli 2019 18:09

Tahap Perkembangan Anak 5 Tahun

Ilustrasi anak yang beragama Buddha
Ilustrasi anak usia 5 tahun Foto: shutterstock
Sejauh apa Anda memahami prinsip perkembangan anak? Pada prinsipnya, perkembangan setiap anak memang berbeda-beda, Moms. Ini karena perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor bawaan maupun faktor lingkungannya. Memahami perkembangan anak, berarti sensitif terhadap kebutuhan anak, menerima hal-hal yang jadi keunikan anak dan bersikap positif dalam meresponnya.
ADVERTISEMENT
Dalam memahami perkembangan ini, orang tua perlu memerhatikan secara menyeluruh aspek-aspek perkembangan di setiap rentang usia anak. Apa saja? Yaitu aspek sosial-emosi, aspek kognitif, aspek fisik, serta bahasa.
Anak dan Ibu
Ilustrasi ibu dan anak Foto: Shutterstock
Memahami perkembangan anak secara menyeluruh akan membantu orang tua untuk melihat anak secara utuh dan memiliki ekspektasi yang realistis atas perkembangan dan pencapaian anak. Demikian dijelaskan dalam buku Keluarga Kita, yang ditulis oleh Najelaa Shihab, pendidik yang telah mendirikan dan menginisiasi berbagai gerakan pendidikan di Indonesia.
Misalnya saat muncul pertanyaan di benak orang tua tentang wajar atau tidak perkembangan anaknya. Tentu orang tua harus memahami dulu mana yang wajar dan tidak sehingga lebih banyak hal yang dapat diprediksi dan diantisipasi.
ADVERTISEMENT
Nah Moms, seperti apa sih, tahap perkembangan anak di usia 5 tahun? Yuk, simak rangkumannya berikut ini:
Ilustrasi tinggi badan anak
Anak pendek belum tentu stunting Foto: Shutterstock
Aspek Perkembangan Fisik
  • Tinggi badan anak naik 5.1 - 6.4 cm/tahun, berat badan naik 1.8 - 2.3 kg/tahun.
  • Gigi susu mulai tanggal
  • Bisa menangkap bola dari jarak 1 meter
  • Bisa menyentuh ari kaki dengan kedua tangan tanpa menekuk lutut
  • Bisa mengayuh sepeda roda 3 dengan baik dan mulai belajar mengayuh sepeda roda 2
  • Mampu berdiri dengan 1 kaki selama setidaknya 10 detik
  • Mampu berjalan di papan titian keseimbangan
  • Bisa menggunting mengikuti garis meski kontrol tangannya belum baik
  • Bisa lompat 10 kali ke depan tanpa henti
  • Punya kontrol yang baik saat memegang pensil dan mewarnai sesuai bidang
  • Sudah menggunakan tangan yang paling dominan (misal tangan kanan atau kirinya)
  • Bisa berjalan mundur dengan berjinjit
Ilustrasi anak dan uang tabungan
Ilustrasi anak dan uang Foto: Shutterstock
Aspek Perkembangan Kognitif
ADVERTISEMENT
  • Memahami konsep persamaan (bentuk dan ukuran), mengelompokkan benda berdasarkan bentuk dan warna
  • Menunjukkan tertarik pada uang
  • Mengetahui fungsi kalender untuk menunjukkan hari
  • Sudah dapat mengenali jam; menghubungkan waktu dengan rutinitas. Misalnya, "Lihat, sudah jam 5, waktunya mandi sore!"
  • Bisa menjawab pertanyaan refleksi sederhananya. Contohnya, "Belajar apa kamu hari ini? Apa yang kamu tidak suka?"
  • Memahami konsep paling kecil/pendek.
  • Mengidentifikasi benda sesuai urutannya; pertama, kedua, ketiga, dst.
  • Menyebut angka dari 20 atau lebih, bahkan ada anak yang bisa sampai 100
  • Memahami konsep 1/2 atau dibagi 2
  • Memahami konsep lebih sedikit atau lebih banyak
  • Memahami konsep pagi, siang dan malam
Ilustrasi anak laki-laki.
Ilustrasi anak laki-laki usia 5 tahun Foto: Shutterstock
Aspek Perkembangan Bahasa
  • Senang humor dan melontarkan hal-hal lucu
  • Memiliki kosakata sampai 1500 kata atau lebih
  • Mengenali 4 - 8 warna
  • Dapat menyebutkan tanggal lahir dan nama anggota keluarga
  • Senang menceritakan hal yang akrab dengan kesehariannya saat melihat gambar
  • Menggunakan kalimat lampau. Misalnya, "Aku kemari ke rumah Nenek!"
  • Dapat menjelaskan fungsi benda. Misalnya, tempat tidur untuk tidur, buku untuk dibaca, panci untuk memasak.
  • Menggunakan kata; seharusnya, mungkin saja, padahal, bisa sih.
  • Membuat kalimat dengan 5-7 kata. Misalnya, "Aku mau ambil mainanku di atas lemari."
  • Dapat menjawab telepon dengan baik, menerima dan menyampaikan pesan sederhana.
Ilustrasi anak-anak PAUD
ilustrasi anak dan teman-temannya Foto: Shutterstock
Aspek Perkembangan Sosial-Emosi
ADVERTISEMENT
  • Mulai membina hubungan persahabatan. Misalnya dengan punya 1-2 teman dekat dalam satu jangka waktu. Teman main favorit di TK atau lingkungan rumah misalnya.
  • Mampu meminta bantuan orang dewasa atau menolak dengan baik saat mencoba sendiri.
  • Memberikan banyak ide untuk main bersama.
  • Senang membuat lelucon dan membuat orang lain tertawa.
  • Dapat berbagi, menunggu giliran, dan bekerja sama saat bermain dengan benda.
  • Menyepakati aturan dan konsekuensi bersama orang tua dan guru.
  • Belajar kontrol diri yang lebih baik. Misalnya menarik napas saat marah.
  • Menunjukkan perhatian dan kasih sayang pada anak yang lebih kecil.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan