kumparan
11 September 2019 11:27

Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-2 Tahun

bayi
bayi tertawa Foto: Shutterstock
Dua tahun pertama merupakan masa-masa emas bayi. Tumbuh kembang bayi di usia tersebut sangatlah cepat. Si kecil bisa bertransformasi dari bayi yang hanya bisa menangis hingga menjadi anak balita yang pandai berbicara.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, pada masa ini, orang tua berperan penting untuk mencermati dan memberikan stimulasi yang maksimal untuk tumbuh kembangnya. Agar peran orang tua semakin maksimal, ibu dan ayah perlu tahu bagaimana tahapan perkembangan normal bayi usia 0 sampai 24 bulan. Tujuannya supaya orang tua tahu apakah perkembangan si kecil sesuai dengan usianya atau tidak.
Di bawah ini kumparanMOM merangkum tahapan perkembangan bayi usia 0 hingga 24 bulan seperti yang dikutip dari jurnal Nutri Talk.
Bayi sehat dan ceria
Ilustrasi bayi yang sehat sedang tersenyum Foto: Shutterstock
Usia 0-3 bulan:
- Refleks tersenyum muncul pada minggu pertama
- Senyum sosial yaitu reaksi terhadap senyum orang lain dimulai sekitar bulan kedua
- Mengangkat kepala setinggi 45 derajat
- Menggerakkan kepala ke kanan-kiri
- Melihat dan menatap wajah ibu
ADVERTISEMENT
- Bereaksi terkejut terhadap suara keras
- Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontrak.
Bayi hendak berguling
Ilustrasi bayi berguling pada usia 4 bulan Foto: Shutterstock
Usia 3-6 bulan:
- Berbalik dari telungkup ke telentang
- Mengangkat kepala tinggi
- Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
- Meraih benda yang ada dalam jangkauannya
- Duduk dengan dibantu
- Memusatkan matanya pada benda-benda kecil
- Mulai memahami bahwa ia bisa "mengontrol" dunianya. Contohnya bisa menekan tombol mainan untuk memunculkan suara tertentu
bayi belajar duduk
bayi belajar duduk Foto: Shutterstock
Usia 6-9 bulan:
- Duduk sendiri tanpa bantuan
- Belajar berdiri, kedua kaki menyangga sebagian berat badan
- Merangkak dengan lancar untuk meraih mainan atau mendekati seseorang
- Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
- Memungut benda dari satu tangan ke tangan lainnya
ADVERTISEMENT
- Sebagian besar bisa mengucapkan kata "ma-ma, da-da, na-na, ta-ta"
- Makan kue sendiri
Ilustrasi Bayi Belajar Berdiri
Tahapan bayi merangkak hingga bisa berdiri sendiri Foto: Shutterstock
Usia 9-12 bulan:
- Mengangkat badan ke posisi berdiri
- Belajar berdiri sambil berpegangan
- Dapat berjalan dengan dituntun
- Mengulurkan lengan atau badan untuk meraih mainan yang diinginkan
- Memasukkan benda ke mulut
- Mengulang menirukan bunyi yang didengar
- Bermain cilukba
- Menunjuk sesuatu yang diinginkan
Ilustrasi balita berjalan
Ilustrasi balita Foto: Shutterstock
Usia 12-18 bulan:
- Berdiri sendiri tanpa berpegangan
- Membungkuk untuk memungut mainan, lalu berdiri kembali
- Mulai menyebut kata-kata pertamanya
- Berusaha memanggil ayah dan ibunya, baik dengan "papa" dan "mama" atau pun dengan sebutan yang ia ciptakan
- Menumpuk dua buah kubus
- Memperlihatkan rasa cemburu atau bersaing
Ilustrasi Balita
Anak perempuan lebih cepat berbicara daripada anak laki-laki Foto: Thinkstock
Usia 18-24 bulan:
ADVERTISEMENT
- Berdiri sendiri tanpa berpegangan dan berjalan tanpa terhuyung-huyung
- Bertepuk tangan, melambai-lambai
- Menumpuk empat buah kubus
- Menjumput benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
- Menggelindingkan bola
- Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
- Memegang cangkir sendiri
- Membantu atau menirukan pekerjaan rumah tangga
- Meniru apa yang dilakukan orang lain
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan