Tahap Perkembangan Gerakan Kaki Bayi
·waktu baca 2 menit

Orang tua perlu memahami dan menstimulasi perkembangan bayi agar berjalan optimal. Salah satunya adalah perkembangan gerakan dan kekuatan kaki si kecil.
Ya Moms, saat baru baru lahir, gerakan yang bisa dilakukan oleh kaki bayi masih terbatas. Ia mungkin hanya menggerakkan kakinya pada saat tertentu, seperti saat menangis atau tidur. Seiring perkembangan usianya, orang tua perlu membantu memberikan stimulasi agar kaki bayi bisa berfungsi dan bergerak secara optimal.
Dikutip dari Parenting Firstcry, berikut tahap perkembangan gerakan dan kekuatan kaki bayi.
Tahap Perkembangan Gerakan pada Kaki Bayi
1. Bayi Baru Lahir hingga Tahap Merangkak
Bayi baru lahir memiliki kaki dengan tulang yang lunak. Si kecil pun baru menyadari keberadaan kakinya saat memasuki usia 4 bulan. Pada usia tersebut, ia mulai mencoba memainkan kakinya, seperti mengangkat dan memegang jarinya.
Pada usia 6 bulan, struktur kaki bayi mulai terbentuk. Pada usia tersebut, bayi juga mulai belajar untuk menggunakan kakinya untuk merangkak. Selain itu, kaki bayi mulai mengalami perubahan dari segi ukuran. Jadi, pastikan si kecil tidak menggunakan kaus kaki yang kekecilan agar tidak berisiko menghambat pertumbuhannya.
2. Tahap Berdiri
Pada usia 8 – 10 bulan, bayi akan mulai mencoba untuk berdiri sendiri. Ia akan menggunakan kursi, meja, atau benda-benda di sekitarnya untuk berpegangan dan menopang tubuhnya. Selain itu, pada usia ini, tulang yang sebelumnya bersifat lunak akan mengeras dan cukup kuat untuk menopang berat badan si kecil.
Selama berdiri dan perlahan belajar berjalan, bayi juga mengalami banyak perkembangan dari segi emosional. Orang tua yang menyemangati bayi untuk berdiri dan menenangkannya saat ia jatuh secara tidak langsung dapat membuat bayi percaya diri untuk kembali berdiri.
Bagi bayi, jatuh saat belajar berdiri adalah caranya untuk menerima kemajuan. Setiap kali ia bangun, ia tidak hanya menjadi kuat secara fisik, tetapi juga lebih kuat secara emosional.
3. Tahap Berjalan
Setelah berhasil berdiri sendiri, bayi mulai belajar untuk berjalan. Tahapan ini umumnya terjadi pada usia sekitar 10 – 17 bulan. Tulang dan persendian di kakinya juga terus berkembangan dan terbentuk saat tendon dan ototnya mulai menerima tantangan baru. Berjalan dapat membantu melenturkan dan menguatkan ototnya.
Selain mencoba berjalan, pada usia tersebut bayi juga mulai menunjukkan kemampuan lain yang bisa dilakukan oleh kakinya, seperti berjinjit dan membungkukkan badan.
