Kumparan Logo

Tahapan Penggunaan Cangkir pada Anak Sesuai Usia

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dokter Spesialis Anak RSPI-Pondok Indah, dr. Radhian Amandito, Sp.A, dalam acara launching Phanpy eksklusif di Mothercare, Jumat (14/8/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Spesialis Anak RSPI-Pondok Indah, dr. Radhian Amandito, Sp.A, dalam acara launching Phanpy eksklusif di Mothercare, Jumat (14/8/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Mengajarkan anak minum menggunakan cangkir bukan hanya soal mengurangi penggunaan botol. Si kecil juga perlu belajar keterampilan baru secara bertahap, mulai dari mengenal cangkir hingga mampu minum langsung dari cangkir terbuka.

Menurut Dokter Spesialis Anak RSPI-Pondok Indah, dr. Radhian Armandito, Sp.A, jenis cangkir yang digunakan dapat disesuaikan dengan perkembangan usia anak.

Berikut tahapan yang bisa menjadi panduan orang tua:

1. Usia 6–9 Bulan: Cangkir Cerat Lembut

Ilustrasi anak minum.

Pada tahap awal, orang tua bisa memperkenalkan soft spout cup atau cangkir dengan cerat lembut.

Jenis cangkir ini dapat membantu bayi mulai mengenal sensasi minum dari wadah selain botol. Karena kemampuan koordinasi tangan dan mulut bayi masih berkembang, orang tua mungkin masih perlu membantu memegang cangkir.

2. Usia 9–12 Bulan: Cangkir Sedotan

Ilustrasi Bayi Minum Pakai Gelas. Foto: Shutterstock

Memasuki usia 9–12 bulan, anak dapat mulai diperkenalkan dengan straw cup atau cangkir sedotan.

Minum menggunakan sedotan juga membutuhkan koordinasi antara mulut, lidah, dan kemampuan mengisap. Pada awalnya, anak mungkin masih perlu waktu untuk memahami cara menggunakannya.

3. Usia 12–18 Bulan: Cangkir 360°

Ilustrasi anak minum air putih. Foto: Thinkstock

Dalam acara launching Phanpy eksklusif di mothercare, dr. Radhian juga memaparkan kalau anak usia 12–18 bulan, anak dapat dikenalkan dengan 360° cup. Cangkir ini memungkinkan anak belajar minum dari berbagai sisi tanpa harus menggunakan cerat atau sedotan.

Meski begitu, kemampuan setiap anak dapat berbeda sehingga orang tua tidak perlu memaksakan perpindahan jenis cangkir jika Si Kecil masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Ilustrasi Bayi Minum Pakai Gelas. Foto: Shutterstock

4. Usia 18 Bulan ke Atas: Cangkir Terbuka

Setelah memasuki usia 18 bulan, anak dapat mulai berlatih menggunakan open cup atau cangkir terbuka.

Cangkir terbuka membantu anak belajar keterampilan minum yang lebih mandiri. Pada tahap awal, pilih cangkir berukuran kecil dan berikan sedikit cairan agar lebih mudah dikendalikan.

Ada beberapa pilihan cangkir terbuka yang dapat digunakan:

-Cangkir terbuka kecil, misalnya seperti cangkir obat. Cangkir ini dapat menampung sedikit cairan, tetapi mungkin lebih sulit dipegang dengan kedua tangan.

balita minum dengan gelas Foto: Shutterstock

-Cangkir latihan terbuka, yaitu cangkir terbuka dengan dua pegangan sehingga lebih mudah digenggam anak.

-Cangkir tertutup, seperti feeding cup, sippy cup, straw cup, maupun botol dengan tutup tarik-dorong. Jenis ini dapat menjadi pilihan ketika orang tua ingin mengurangi risiko cairan tumpah. Pada awal penggunaannya, bayi mungkin masih membutuhkan bantuan untuk membuka tutup cangkir.

kumparan post embed