Mom
·
22 Juli 2021 10:17
·
waktu baca 3 menit

Tak Banyak yang Tahu, Begini Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tak Banyak yang Tahu, Begini Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia (7108)
searchPerbesar
Tak Banyak yang Tahu, Begini Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia. Foto: Shutter Stock
Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. Peringatan Hari Anak Nasional ini pun selalu dimaknai sebagai bentuk kepedulian bangsa terhadap anak-anak Indonesia agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak.
ADVERTISEMENT
Terlebih, anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita didik dengan sebaik mungkin. Sebagai orang tua, kita juga jangan sampai lupa untuk selalu menghormati dan memenuhi hak-hak anak kita, Moms.
Namun, di samping peringatan Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli, tak banyak yang tahu tentang awal mula sejarahnya di Indonesia. Apakah Anda sudah tahu, Moms? Jika belum, yuk, simak ulasan berikut ini.

Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia

Tak Banyak yang Tahu, Begini Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia (7109)
searchPerbesar
Tak Banyak yang Tahu, Begini Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia Foto: Shutter Stock
Moms, perlu Anda ketahui bahwa sebelum diperingati tiap tanggal 23 Juli, rupanya Hari Anak di Indonesia beberapa kali sempat mengalami pergantian tanggal perayaan. Pertama kali Hari Anak Nasional dicetus oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani), yakni organisasi kaum perempuan Indonesia. Di dalam sidang yang dilaksanakan Kowani pada tahun 1951, dibuat beberapa kesepakatan, salah satunya tentang mengupayakan penetapan Hari Kanak-kanak Nasional.
ADVERTISEMENT
Kemudian, Kowani mencoba langkah tersebut dengan menghelat Pekan Kanak-kanak di tahun 1952. Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Sukarno. Tahun 1953 pun, Kowani memutuskan untuk membuat acara tersebut sebagai acara rutin yang akan digelar tiap akhir bulan Juli atau bertepatan dengan libur kenaikan kelas.
Namun, usul yang diajukan oleh Kowani dinilai tak memiliki makna dan nilai historis. Hal ini karena tidak menunjukkan momen tertentu di Indonesia. Dari itulah, banyak bermunculan usul kapan tepatnya Hari Anak Nasional diperingati.
Tak Banyak yang Tahu, Begini Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia (7110)
searchPerbesar
Ilustrasi anak bermain bersama. Foto: Shutter Stock
Pada 1959, akhirnya pemerintah menetapkan Hari Anak di Indonesia diperingati selama tiga hari, yakni tanggal 1-3 Juni. Ini pun sekaligus memperingati Hari Anak Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Juni.
Namun rupanya, Hari Anak di Indonesia juga pernah dirayakan pada 6 Juni, bertepatan dengan hari kelahiran Presiden Sukarno. Tanggal tersebut disarankan oleh Kowani lantaran Sukarno sering menghadiri acara tersebut.
ADVERTISEMENT
Namun, di masa pemerintahan Presiden Soeharto, sebagian besar kebijakan di masa Orde Lama dihapuskan dan diganti dengan yang baru, termasuk Hari Kanak-kanak Indonesia.
Akhirnya, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto pada 19 Juli 1984, Hari Anak Nasional jatuh pada tanggal 23 Juli. Tanggal tersebut pun dipilih berdasarkan pengesahan UU tentang Kesejahteraan Anak yang dilakukan pada 23 Juli 1979.
Tak Banyak yang Tahu, Begini Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia (7111)
searchPerbesar
Ilustrasi anak bermain. Foto: Shutter Stock
Sejak saat itulah, peringatan Hari Anak Nasional di Indonesia selalu diperingati tiap tanggal 23 Juli hingga saat ini. Mulai dari tingkat pusat hingga daerah pun ikut menyemarakan Hari Anak di Indonesia tiap tahunnya.
Nah Moms, tahun ini, kumparanMOM juga kembali ikut memeriahkan Hari Anak Nasional dengan menggelar Festival Hari Anak dengan tagline #SehatGembiraBersama. Festival Hari Anak akan digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu pada 24-25 Juli 2021.
ADVERTISEMENT
Yuk, ikuti keseruan beragam acara seru dan mengedukasi di Festival Hari Anak yang akan Live di akun YouTube kumparan.