Tak Banyak yang Tahu, Preeklamsia Juga Bisa Terjadi Setelah Melahirkan
ยทwaktu baca 2 menit

Preeklamsia adalah kondisi di mana tekanan darah meningkat dan disertai dengan adanya protein di dalam urine. Ya, ibu hamil tentu sudah tidak asing dengan istilah tersebut. Namun, kondisi itu bukan hanya terjadi selama masa kehamilan, Moms. Preeklamsia setelah melahirkan juga mungkin terjadi.
Mengutip Mom Junction, preeklamsia setelah melahirkan atau postpartum preeklampsia lebih sering terjadi pada ibu yang mengalami hipertensi selama kehamilan. Dalam beberapa kasus, postpartum preeklampsia terjadi dalam 48 jam pertama hingga enam minggu setelah melahirkan. Oleh karena itu, 48 jam pertama setelah melahirkan sering disebut sebagai masa kritis ibu.
Gejala postpartum preeklampsia mirip seperti preeklamsia selama kehamilan. Seperti tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, sakit kepala terus-menerus, penglihatan menjadi kabur, mual, muntah, dan penambahan berat badan secara drastis.
Lantas, apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi postpartum preeklampsia?
Penyebab Preeklamsia Setelah Melahirkan
Hingga saat ini, penyebab pasti dari preeklamsia setelah melahirkan belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diyakini bisa meningkatkan risiko tersebut, yaitu:
Tekanan darah tinggi setelah minggu ke-20 kehamilan
Kegemukan
Hamil bayi kembar
Hamil di usia 20 tahun atau setelah 40 tahun
Faktor genetik
Operasi caesar
Diabetes
Cara Atasi Preeklamsia Setelah Melahirkan
Umumnya, preeklamsia setelah melahirkan akan mereda dalam beberapa hari hingga minggu ke-12 setelah melahirkan. Sehingga, Anda tak perlu terlalu khawatir berlebihan, ya.
Nah Moms, beberapa cara berikut ini bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu meredakan preeklamsia setelah melahirkan:
Makan makanan bergizi seimbang minimal 1.800 kalori sehari.
Sertakan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran dalam makanan sehari-hari.
Batasi asupan natrium.
Tambahkan sumber protein (kacang tanah, mentega, ikan, ayam), kalsium (keju, yogurt), vitamin c (daging, ikan, telur, kacang-kacangan) dalam makanan sehari-hari.
Minum air putih minimal 2 liter per hari untuk menjaga suplai ASI.
Kurangi konsumsi makanan olahan yang mengandung tinggi garam, gula, dan lemak jenuh.
Hindari minuman beralkohol.
