kumparan
16 Sep 2019 11:13 WIB

Tak Mau Beri Anak Susu Formula? Tapi Jangan Lakukan 3 Hal Ini, Moms!

Pemberian susu formula buat anak. Foto: Shutterstock
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, dan tidak ada susu formula di dunia ini yang bisa menandingi nutrisi ASI. Tidak hanya bergizi tinggi, ASI juga merupakan makanan yang paling cocok bagi pencernaan bayi yang belum sempurna. ASI juga mengandung makrofag, limfosit dan antibodi yang dapat mencegah bayi terinfeksi dengan penyakit tertentu.
ADVERTISEMENT
Bertekad memberikan si kecil ASI dan hanya ASI hingga usianya 6 bulan? Bagus tuh, Moms! Ingin melanjutkan menyusui hingga anak berusia 2 tahun? Lebih bagus lagi! Keputusan dan usaha Anda tentu akan membawa banyak kebaikan bagi si kecil maupun diri Anda sendiri.
Tapi meski begitu, pastikanlah Anda tidak melakukan 3 hal ini:
Ilustrasi ibu berpikir. Foto: Shutterstock
  1. Sangat fanatik terhadap ASI
Sikap terlalu fanatik berisiko membuat kita terlalu mudah menghakimi orang lain. Misalnya orang tua lain yang memberi anaknya susu formula. Padahal bisa saja, mereka bukannya tidak tahu kebaikan ASI namun terpaksa memberikan susu formula karena ada indikasi medis tertentu yang dimiliki ibu maupun si kecil. Beberapa kondisi yang mengharuskan si kecil mengkonsumsi susu formula, dapat Anda baca di sini.
ADVERTISEMENT
Karena itu, hindari pula menyalahkan dan menghujani dengan kuliah kilat tentang pentingnya menyusui, meski Anda merasa dekat dengan mereka. Fanatisme is a BIG no-no, Moms! Ini hanya akan membuat teman atau saudara Anda merasa tidak dipahami, diserang, memandang Anda sok tau dan bisa jadi bersikap antipati.
Karena indikasi medis tertentu, bayi bisa diberi susu formula. Foto: Shuterstock
  1. Melakukan Mom Shaming
Mom Shaming? Maksudnya, merendahkan sesama ibu yang memiliki pilihan pengasuhan berbeda dari kita. Misalnya komentar-komentar seperti: "Ih, kok dikasih susu formula? Nanti anaknya obesitas, lho!" atau "Kok, enggak dikasih ASI? Kasihan bayinya, ibunya tidak mau menyusui."
Maksud Anda mungkin baik, tapi menurut Psikolog Keluarga, Monica Sulistiawati, perilaku mom shaming seperti ini dapat dikategorikan bullying, lho! Tentu tak menyenangkan kan, bila ini terjadi pada diri kita?
ADVERTISEMENT
Ilustrasi membandingkan bayi sendiri dengan bayi lainnya. Foto: Shutterstock
  1. Membanding-bandingkan Anak
Setiap anak unik dan sebaiknya tidak dibanding-bandingkan. Misalnya membanding-bandingkan anak kita yang sudah bisa bicara dengan anak teman yang belum bisa meski umurnya sama. Apalagi kalau Anda lantas mengaitkannya dengan pemberian ASI atau susu formula.
Orang tua memang perlu memerhatikan setiap tahap tumbuh kembang anak dengan seksama. Tapi membandingkan anak (meski dengan saudaranya sendiri) tetap bukan hal yang bijak. Jadi, jangan deh, Moms!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan