Tak Suka Dilahirkan, Seorang Pria Hendak Menuntut Orang Tuanya

Seorang pria berusia 27 tahun di India berencana untuk menuntut kedua orang tuanya ke pengadilan karena mereka telah melahirkan dirinya ke dunia. Raphael Samuel, nama pria itu, berargumentasi bahwa kedua orang tuanya telah bertindak amoral karena tak meminta persetujuannya lebih dulu untuk berada di dunia.
Argumennya ini berasal dari gerakan filosofis yang disebut "anti-natalisme", pandangan bahwa setiap kehidupan manusia pasti akan melibatkan rasa sakit dan penderitaan. Dia meyakini bahwa orang tua salah telah membuat anak-anak harus menanggung penderitaan seumur hidup.
Oleh karena itu, seorang anti-natalis akhirnya menyimpulkan bahwa lebih baik mereka tidak dilahirkan sejak awal.
Samuel memahami bahwa persetujuan setiap orang tidak dapat dicari sebelum orang tersebut dilahirkan, tetapi sebagaimana dilansir BBC, dia tetap bersikeras bahwa "itu bukan keputusan kita untuk dilahirkan".
Pria yang merupakan seorang pengusaha dan berdomisili di Mumbai itu kemudian berpendapat, karena kita tidak meminta untuk dilahirkan, kita patut dibayar untuk hidup di sepanjang sisa hidup kita.
Gagasan Samuel tidak berhenti sampai di masalah izin melahirkan ini. Karena meyakini bahwa hidup ini penuh dengan kesengsaraan, maka ia berpendapat bahwa orang-orang harus segera berhenti memiliki anak. Ini, katanya, akan secara bertahap menghapus umat manusia dari Bumi dan itu juga akan jauh lebih baik bagi planet ini.
"Tidak ada gunanya bagi manusia. Begitu banyak orang menderita. Jika manusia punah, Bumi dan hewan akan lebih bahagia. Mereka pasti akan lebih baik. Juga tidak ada manusia yang akan menderita. Keberadaan manusia sama sekali tidak ada gunanya."
Samuel mulai go public terhadap gagasannya itu sejak setahun lalu. Tahun lalu dia membuat halaman Facebook, Nihilanand, yang menampilkan poster-poster yang memperlihatkan gambar-gambarnya dengan janggut palsu besar, penutup mata dan pesan-pesan anti-natalis.
Samuel mengatakan dia ingat pertama kali memiliki pikiran anti-natalis ketika dia berusia lima tahun. "Saya adalah anak normal. Suatu hari saya sangat frustrasi dan saya tidak ingin pergi ke sekolah tetapi orang tua saya terus meminta saya untuk pergi. Jadi saya bertanya kepada mereka: 'Mengapa kamu memiliki saya?' Dan ayah saya tidak punya jawaban. Saya pikir jika dia bisa menjawab, mungkin saya tidak akan berpikir seperti ini."
Anda mungkin membayangkan gagasan seperti ini dapat menyebabkan keretakan dalam keluarga ya, Moms? Apalagi sampai berkembang menjadi tuntutan peradilan.
Tetapi ternyata, Samuel mengatakan bahwa hubungannya dengan kedua orang tuanya baik-baik saja. Kedua orang tuanya, yang merupakan pengacara, juga tidak murka dengan tuntutan Samuel pada mereka. Menurut Samuel, saat pertama kali mendengar gagasannya, orang tuanya bereaksi "sangat baik".
"Ibu berkata dia berharap telah bertemu denganku sebelum aku lahir dan bahwa jika dia melakukannya, dia pasti tidak akan memiliki aku," kata Samuel sambil tertawa.
"Dia mengatakan kepada saya bahwa dia masih sangat muda ketika dia memiliki saya dan bahwa dia tidak tahu dia punya pilihan lain. Tapi itulah yang saya coba katakan - semua orang memiliki pilihan," lanjutnya lagi.
Dalam sebuah pernyataan, ibu Samuel, Kavita Karnad Samuel menanggapi, "Aku harus mengagumi keberanian putraku untuk ingin membawa orang tuanya ke pengadilan mengetahui bahwa kami berdua adalah pengacara. Dan jika ia bisa memberikan penjelasan yang rasional tentang bagaimana kami bisa meminta izin untuk dilahirkan, aku akan menerima kesalahanku," katanya, sebagaimana diberitakan BBC.
Ibu Samuel memang sangat menghargai pemikiran anaknya itu. Dia mengatakan anaknya itu punya kepedulian terhadap beban sumber daya bumi karena kehidupan yang tidak perlu, kepekaan terhadap rasa sakit yang dialami tanpa disadari oleh anak-anak saat tumbuh dewasa, dan banyak hal lainnya yang mungkin dilupakan atau tak dimiliki orang-orang lain.
"Saya sangat senang bahwa putra saya telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang berpikiran mandiri dan tidak takut. Dia pasti akan menemukan jalan menuju kebahagiaan," katanya.
Samuel sekarang sedang mencari pengacara untuk menangani kasusnya, tetapi sejauh ini belum berhasil. Sementara halaman Facebook-nya dibanjiri tanggapan negatif yang menyarankannya untuk “bunuh diri” kalau masih ingin menuntut ibu yang sudah melahirkan dirinya. Sebagian juga menyebut Samuel hanya mencari popularitas.
Kalau menurut Anda, bagaimana, Moms?
