Kumparan Logo

Tanda Anak Berpura-pura Sakit dan Bagaimana Menghadapinya

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tanda Anak Berpura-pura Sakit dan Bagaimana Menghadapinya. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tanda Anak Berpura-pura Sakit dan Bagaimana Menghadapinya. Foto: Shutterstock

Ada saja ide anak bila tidak ingin ke sekolah, les, atau diajak beraktivitas tertentu. Salah satu yang mungkin cukup sering terdengar adalah karena ia sakit.

Wajar jika Anda cemas saat si kecil sakit. Tapi, bagaimana bila sakit hanya dijadikan alasan saja karena anak tidak ingin melakukan kegiatan yang disuruh? Nah Moms, penting nih untuk mengetahui nih tanda anak sedang berpura-pura sakit dan bagaimana menghadapinya.

Yang Perlu Dilakukan saat Anak Berpura-pura Sakit

1. Perhatikan Situasi

WebMD melansir, ayah dan ibu perlu membandingkan apa yang terlihat dengan apa yang dikatakan oleh anak. Misalnya, apakah ia tetap makan dengan tenang lalu berkata sakit. Karena nafsu makan umumnya adalah hal pertama yang berkaitan dengan sakit perut.

"Jika anak makan pancake dan sosis, lalu kemudian mengeluh sakit perut, maka Anda mungkin bisa mengabaikannya. Tetapi jika dia menolak untuk makan dan minum, maka itu adalah sesuatu yang harus diperhatikan," ungkap Dokter Anak Daniel McGee, MD,.

Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Ya Moms, dikutip dari laman Parents, jika anak hanya terlihat memegang perutnya dan mengatakan sakit, maka Anda perlu perhatikan gejala lainnya. Apakah sakit perutnya disertai mual, muntah, atau diare.

2. Membuktikan Sakit

Setelah anak mengatakan dirinya sakit, kini Anda perlu memastikan apakah dia benar-benar tidak enak badan. Bila si kecil mengeluhkan pusing dan demam, Anda bisa mengukur suhu tubuhnya menggunakan termometer. Karena perlu dipahami, anak tidak bisa memalsukan suhu tubuh tinggi.

Namun, anak bisa saja berpikir cerdik untuk 'memalsukan' suhu tubuh panasnya. Seperti misalnya menempelkan air panas selama beberapa lama di ketiak hingga dahi. Namun, anak tidak bisa berbohong karena termometer bisa mendeteksi suhu tubuh internal. Jadi, bila termometer menunjukkan suhu tubuh anak di atas 38 derajat celcius, berarti memang dia demam ya, Moms.

3. Periksa Kondisi Lebih Teliti

Nah Moms, selanjutnya Anda bisa mencari tahu lebih dalam seputar rasa sakit yang dialami anak. Bila perlu, minta si kecil menunjukkan di mana letak ia merasakan sakit. Misalnya, bila ia mengeluh sakit perut, maka minta ia memberi tahu bagian mana yang kesakitan.

Meski ada beberapa sakit yang tidak dapat diukur rasa sakitnya, seperti sakit kepala atau perut, Anda tetap perlu waspada. Bila anak mengalami keduanya, mungkin Anda tetap perlu membawanya ke dokter.

Ilustrasi kaligata pada anak. Foto: Thinkstock

Sementara beberapa sakit yang tidak dapat dihindari seperti ruam atau cacar, muntah dan diare, sulit menelan karena tenggorokan sakit, hingga pilek maupun alergi sesuatu yang menimbulkan reaksi kemerahan.

4. Bicara dari Hati ke Hati

Anak mungkin memiliki alasan mengapa ia mengaku berpura-pura sakit. Misalnya karena takut mengikuti ulangan karena belum siap atau menghadapi ketakutan lainnya yang bisa mengindikasi sesuatu yang lebih serius.

"Anda harus meningkatkan dan mencoba mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi dengan anak. Ketahuilah bahwa kadang-kadang mereka melakukannya bukan karena ingin berpura-pura. Tetapi melainkan sedang mencari alasan untuk situasi yang tidak nyaman atau bahkan berbahaya, seperti diejek atau diintimidasi temannya," tutur Ford.

5. Bagaimana Bila Ibu Tidak Yakin?

Terkadang, Anda mungkin tidak cukup waktu untuk memvalidasi rasa sakit yang dialami si kecil. Anda bisa mengantarkan langsung anak ke sekolah lalu menunggu selama satu jam sambil memantau kondisinya. Atau Anda juga bisa mengantarnya sekolah, setelah melihat kondisinya di rumah sudah baik.

Pada intinya, ibu harus mengenal anak Anda sendiri. Anda hanya perlu mengikuti naluri untuk memahami apakah anak benar-benar sakit atau tidak.

kumparan post embed