Tanda Bayi di Dalam Kandungan Lemas
ยทwaktu baca 2 menit

Setiap ibu hamil ingin bayi di dalam kandungan bisa sehat dan kelak lahir dengan selamat serta sempurna atau tanpa kekurangan apa pun. Untuk itu, biasanya dokter atau bidan menyarankan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan rutin yang sudah dijadwalkan. Hal ini guna memastikan tumbuh kembang bayi berjalan dengan optimal.
Namun, ada beberapa kondisi yang patut Anda waspadai selama kehamilan. Saat bayi di dalam kandungan lemas, misalnya. Kondisi ini biasanya terjadi di trimester ketiga kehamilan atau pada saat hari perkiraan lahir (HPL) sudah melewati waktu taksiran. Demikian yang disampaikan oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Muhammad Fadli, SpOG beberapa waktu lalu.
Kata Dokter soal Tanda Bayi di Dalam Kandungan Lemas
Dokter yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan ini menjelaskan, salah satu gejala atau tanda bayi lemas adalah gerakan bayi yang berkurang saat berada di dalam kandungan, Moms. Biasanya, kondisi ini terjadi karena ibu kekurangan kalori atau asupan makanan ibu tidak mencukupi.
Selain itu, kondisi bayi di dalam kandungan lemas juga bisa disebabkan oleh peredaran darah dari ibu ke janin yang terganggu. Bila kondisi ini terjadi saat HPL sudah melewati waktu taksiran, hal ini bisa terjadi karena plasenta yang menua.
"Ibu hamil harus memantau gerakan janin secara berkala. Janin harus bergerak setidaknya 10 kali dalam waktu 12 jam," ujar dr. Fadli kepada kumparanMOM.
Sebaliknya, masih kata dr. Fadli, bila Anda merasa gerakan janin di dalam kandungan berkurang, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut ke dokter kandungan atau bidan.
Untuk itu, selama kehamilan --mulai dari trimester pertama hingga ketiga-- ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan bernutrisi demi menunjang tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan atau bidan agar perkembangan janin bisa terus dipantau.
