Mom
·
10 Juni 2021 11:00
·
waktu baca 2 menit

Tanda Hamil dengan Hiperemesis Gravidarum yang Perlu Diwaspadai

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tanda Hamil dengan Hiperemesis Gravidarum yang Perlu Diwaspadai (171730)
Tanda Hamil dengan Hiperemesis Gravidarum yang Perlu Diwaspadai Foto: Shutterstock
Banyak ibu hamil yang mengalami morning sickness atau mual di pagi hari selama kehamilan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, meskipun mual di pagi hari bisa sangat tidak nyaman, namun umumnya akan hilang dalam setelah trimester pertama, Moms.
ADVERTISEMENT
Pada beberapa ibu hamil yang mengalami morning sickness ekstrem, bahkan bisa sampai terserang hiperemesis gravidarum. Kondisi ini akan menyebabkan ibu mual dan muntah parah selama kehamilan.
Meski begitu, perlu Anda ketahui bahwa morning sickness dan hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang sangat berbeda. Keduanya memiliki komplikasi dan efek samping yang berbeda juga untuk setiap ibu hamil.
Jadi, penting untuk Anda mengetahui perbedaan antara kedua kondisi ini. Dengan begitu, Anda bisa mengobati gejalanya dengan benar. Lantas, bagaimana sebenarnya tanda hamil dengan hiperemesis gravidarum? Berikut penjelasannya.

Penjelasan soal Tanda Hamil Hiperemesis Gravidarum

Tanda Hamil dengan Hiperemesis Gravidarum yang Perlu Diwaspadai (171731)
Tanda Hamil dengan Hiperemesis Gravidarum yang Perlu Diwaspadai Foto: Freepik
Ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum biasanya mengalami mual yang tidak kunjung hilang dan muntah parah yang menyebabkan dehidrasi berat. Sehingga, ibu hamil jadi tidak bisa menyimpan makanan dan minuman di tubuhnya.
ADVERTISEMENT
Mengutip Healthline, gejala hiperemesis gravidarum biasanya dimulai dalam usia kehamilan enam minggu. Anda akan merasakan mual yang tak hilang-hilang, kemudian akan merasa lemas dan lelah yang berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Menurut HER Foundation, yayasan bagi para penyintas dan ahli hiperemesis gravidarum, ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum mungkin akan mengalami kehilangan nafsu makan sepenuhnya. Bahkan mungkin tidak dapat bekerja atau melakukan aktivitas normal sehari-hari.
Hiperemesis gravidarum juga dapat menyebabkan dehidrasi dan penambahan berat badan yang buruk selama selama kehamilan. Namun sayangnya, belum ada cara untuk mencegah morning sickness atau hiperemesis gravidarum, tetapi ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan supaya gejalanya tidak terlalu parah. Misalnya saja, mencoba makan dalam porsi kecil, makan lebih sering, dan makan makanan kering, seperti biskuit. Anda juga wajib minum banyak cairan agar tetap terhidrasi. Kasus hiperemesis gravidarum yang parah mungkin memerlukan rawat inap, Moms.
ADVERTISEMENT
Jika memang tidak kunjung sembuh, dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat. Namun mengonsumsi obat selama kehamilan memang harus hati-hati, karena beberapa obat bisa berpengaruh pada bayi di dalam kandungan. Sehingga dokter akan melakukan perhitungan yang tepat sebelum memberikan Anda obat, Moms.