Tanda Keterlambatan Perkembangan Kognitif pada Anak yang Bisa Diamati Sejak Bayi

1 Maret 2022 11:02
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tanda Keterlambatan Perkembangan Kognitif pada Anak yang Bisa Diamati Sejak Bayi (44248)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menggendong bayi. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Tumbuh kembang anak perlu dipahami dan dipantau selalu oleh orang tua sejak anak masih bayi. Dengan begitu, orang tua bisa memastikan bahwa anak berada pada tonggak perkembangan yang normal sesuai dengan usianya. Sebab, beberapa anak bisa saja mengalami hambatan atau bahkan keterlambatan dalam tumbuh kembangnya, Moms.
ADVERTISEMENT
Misalnya keterlambatan perkembangan kognitif. Padahal, kemampuan kognitif sangat penting agar anak dapat mengeksplorasi dunia di sekitarnya.
Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa tanda bahaya dalam perkembangan kognitif anak yang perlu diwaspadai orang tua. Apa saja?

Tanda Masalah Perkembangan Kognitif pada Anak yang Tampak Sejak Bayi

Tanda Keterlambatan Perkembangan Kognitif pada Anak yang Bisa Diamati Sejak Bayi (44249)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi digendong ibu. Foto: Shutter Stock
  • Usia 2 bulan: Kurangnya fixation atau fiksasi, yaitu kondisi di mana bayi tidak bisa terpusat atau terfokus pada suatu hal.
  • Usia 4 bulan: Kurangnya kemampuan mata bayi mengikuti gerak benda yang dilihatnya.
  • Usia 6 bulan: Anak belum memberikan respon atau mencari sumber suara yang didengarnya.
  • Usia 9 bulan: Si kecil belum mempunyai kemampuan untuk babbling seperti kata-kata ‘mama’, ‘baba’, ‘dadada’ dan lainnya.
  • Usia 24 bulan: Belum munculnya ada kosakata yang berarti dari kemampuan bahasanya.
  • Usia 36 bulan: Anak belum bisa merangkai 3 kata menjadi kalimat pendek.
ADVERTISEMENT
Tahap perkembangan setiap anak berbeda-beda, tetapi sebagai orang tua, tidak ada salahnya jika kita terus waspada, Moms. Bila Anda melihat dua atau lebih tanda bahaya pada perkembangan kognitif si kecil, jangan ragu untuk meminta bantuan pada ahli kesehatan, ya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020