Tanda Red Flag pada Bayi Berdasarkan Usianya
·waktu baca 3 menit

Red flag tidak hanya ditemukan pada orang dewasa, tapi juga bayi. Namun, perlu dipahami bahwa red flag pada bayi tidak merujuk pada perilaku buruk seperti temperamental, gaslighting, dan lain-lain.
Secara klinis, red flag berarti tanda bahaya atau indikator yang berkaitan dengan keterlambatan tumbuh kembang anak. Meskipun setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, tapi tetap ada acuan untuk menetapkan diagnosis keterlambatan perkembangan pada anak.
Dikutip dari laman Parents, acuan tersebut merujuk pada perkembangan yang dialami 75% anak di usia tertentu. Jika buah hati Anda tidak termasuk dalam kelompok 75% itu, artinya ia mengalami keterlambatan perkembangan.
Nah, orang tua harus memahami red flag dalam tumbuh kembang anak agar mereka bisa mendapatkan penanganan medis lebih cepat. Lantas, apa sajakah tanda-tandanya?
Tanda Red Flag pada Bayi
Merujuk pada laman The Children’s League, berikut ini red flag yang menunjukkan keterlambatan pada tumbuh kembang bayi berdasarkan usianya.
Bayi 1-3 Bulan
Tidak merespons suara keras
Matanya tidak mengikuti objek bergerak pada usia 2-3 bulan
Tidak tersenyum saat mendengar suara orang tuanya pada usia 2 bulan
Tidak dapat memegang dan menggenggam benda pada usia 3 bulan
Tidak dapat menopang kepala dengan baik pada usia 3 bulan
Tidak meraih dan memegang mainan pada usia 3-4 bulan
Bayi 4-7 Bulan
Tidak memasukkan benda ke mulut
Tidak menginjak-injak lantai saat diletakkan di permukaan lantai yang keras
Kesulitan menggerakkan satu atau kedua mata ke segala arah
Tampak sangat kaku dan ototnya tegang
Terlihat sangat lemas seperti boneka
Kepala masih terkulai ke belakang saat dalam posisi duduk pada usia 5 bulan
Tidak tertawa atau mengeluarkan suara pada usia 5 bulan
Tidak dapat menahan beban pada kaki saat usia 5 bulan
Tidak menunjukkan kasih sayang terhadap orang yang merawatnya
Keluar air mata secara terus-menerus atau sensitif terhadap cahaya
Tidak merespon suara di sekitarnya
Kesulitan memasukkan benda ke mulut
Tidak tengkurap pada usia 6 bulan
Tidak bisa dibantu duduk pada usia 6 bulan
Tidak aktif meraih benda pada usia 6 bulan
Bayi 8-12 Bulan
Tidak merangkak atau menyeret satu sisi tubuh saat merangkak selama lebih dari satu bulan
Tidak dapat berdiri saat ditopang
Tidak mencari objek yang tersembunyi pada usia 10-12 bulan
Tidak mengucapkan kata tunggal seperti mama atau papa
Tidak belajar melakukan gerakan seperti melambaikan tangan atau menggelengkan kepala
Tidak duduk dengan stabil pada usia 10 bulan
Tidak menunjukkan minat pada permainan "cilukba" pada usia 8 bulan
Anak 12-24 Bulan
Tidak bisa berjalan pada usia 18 bulan
Berjalan hanya dengan jari kaki
Tidak berbicara setidaknya 15 kata pada usia 18 bulan
Belum mengetahui fungsi benda-benda rumah seperti remot, bel, garpu, sendok, dan sejenisnya pada usia 15 bulan
Tidak meniru tindakan atau kata-kata pada usia 24 bulan.
Tidak mengikuti instruksi sederhana pada usia 24 bulan.
Anak 24-36 Bulan
Sering terjatuh dan kesulitan menaiki tangga
Air liur terus-menerus keluar dari mulutnya atau berbicara tidak jelas
Tidak mampu menyusun menara dari permainan balok
Tidak mampu berkomunikasi dalam kalimat pendek
Gagal memahami instruksi sederhana
Kurang tertarik pada anak-anak lain
Sulit berpisah dari orang tua atau pengasuhnya
Anak 3-4 Tahun
Tidak bisa melompat di tempat
Tidak bisa mengendarai sepeda roda tiga
Tidak bisa memegang krayon dengan jari-jarinya
Sulit mencoret-coret
Tidak dapat membuat lingkaran
Tidak menunjukkan minat pada permainan interaktif
Mengabaikan anak-anak lain
Tidak menanggapi orang lain selain keluarga
Tidak ingin melakukan permainan yang melibatkan imajinasi
Tidak bisa mengendalikan diri ketika marah atau kesal
Tidak bisa menggunakan kata “saya” atau “kamu” dengan tepat
Baca Juga: 6 Klinik Tumbuh Kembang Anak di Jakarta dengan Layanan Lengkap
