Kumparan Logo

Tanda Red Flag pada Bayi Berdasarkan Usianya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi. Foto: Ana Sha/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi. Foto: Ana Sha/Shutterstock

Red flag tidak hanya ditemukan pada orang dewasa, tapi juga bayi. Namun, perlu dipahami bahwa red flag pada bayi tidak merujuk pada perilaku buruk seperti temperamental, gaslighting, dan lain-lain.

Secara klinis, red flag berarti tanda bahaya atau indikator yang berkaitan dengan keterlambatan tumbuh kembang anak. Meskipun setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, tapi tetap ada acuan untuk menetapkan diagnosis keterlambatan perkembangan pada anak.

Dikutip dari laman Parents, acuan tersebut merujuk pada perkembangan yang dialami 75% anak di usia tertentu. Jika buah hati Anda tidak termasuk dalam kelompok 75% itu, artinya ia mengalami keterlambatan perkembangan.

Nah, orang tua harus memahami red flag dalam tumbuh kembang anak agar mereka bisa mendapatkan penanganan medis lebih cepat. Lantas, apa sajakah tanda-tandanya?

Tanda Red Flag pada Bayi

Ilustrasi bayi. Foto: Shutterstock

Merujuk pada laman The Children’s League, berikut ini red flag yang menunjukkan keterlambatan pada tumbuh kembang bayi berdasarkan usianya.

Bayi 1-3 Bulan

  • Tidak merespons suara keras

  • Matanya tidak mengikuti objek bergerak pada usia 2-3 bulan

  • Tidak tersenyum saat mendengar suara orang tuanya pada usia 2 bulan

  • Tidak dapat memegang dan menggenggam benda pada usia 3 bulan

  • Tidak dapat menopang kepala dengan baik pada usia 3 bulan

  • Tidak meraih dan memegang mainan pada usia 3-4 bulan

Bayi 4-7 Bulan

  • Tidak memasukkan benda ke mulut

  • Tidak menginjak-injak lantai saat diletakkan di permukaan lantai yang keras

  • Kesulitan menggerakkan satu atau kedua mata ke segala arah

  • Tampak sangat kaku dan ototnya tegang

  • Terlihat sangat lemas seperti boneka

  • Kepala masih terkulai ke belakang saat dalam posisi duduk pada usia 5 bulan

  • Tidak tertawa atau mengeluarkan suara pada usia 5 bulan

  • Tidak dapat menahan beban pada kaki saat usia 5 bulan

  • Tidak menunjukkan kasih sayang terhadap orang yang merawatnya

  • Keluar air mata secara terus-menerus atau sensitif terhadap cahaya

  • Tidak merespon suara di sekitarnya

  • Kesulitan memasukkan benda ke mulut

  • Tidak tengkurap pada usia 6 bulan

  • Tidak bisa dibantu duduk pada usia 6 bulan

  • Tidak aktif meraih benda pada usia 6 bulan

Bayi 8-12 Bulan

  • Tidak merangkak atau menyeret satu sisi tubuh saat merangkak selama lebih dari satu bulan

  • Tidak dapat berdiri saat ditopang

  • Tidak mencari objek yang tersembunyi pada usia 10-12 bulan

  • Tidak mengucapkan kata tunggal seperti mama atau papa

  • Tidak belajar melakukan gerakan seperti melambaikan tangan atau menggelengkan kepala

  • Tidak duduk dengan stabil pada usia 10 bulan

  • Tidak menunjukkan minat pada permainan "cilukba" pada usia 8 bulan

Anak 12-24 Bulan

Ilustrasi anak-anak. Foto: Shutterstock
  • Tidak bisa berjalan pada usia 18 bulan

  • Berjalan hanya dengan jari kaki

  • Tidak berbicara setidaknya 15 kata pada usia 18 bulan

  • Belum mengetahui fungsi benda-benda rumah seperti remot, bel, garpu, sendok, dan sejenisnya pada usia 15 bulan

  • Tidak meniru tindakan atau kata-kata pada usia 24 bulan.

  • Tidak mengikuti instruksi sederhana pada usia 24 bulan.

Anak 24-36 Bulan

  • Sering terjatuh dan kesulitan menaiki tangga

  • Air liur terus-menerus keluar dari mulutnya atau berbicara tidak jelas

  • Tidak mampu menyusun menara dari permainan balok

  • Tidak mampu berkomunikasi dalam kalimat pendek

  • Gagal memahami instruksi sederhana

  • Kurang tertarik pada anak-anak lain

  • Sulit berpisah dari orang tua atau pengasuhnya

Anak 3-4 Tahun

  • Tidak bisa melompat di tempat

  • Tidak bisa mengendarai sepeda roda tiga

  • Tidak bisa memegang krayon dengan jari-jarinya

  • Sulit mencoret-coret

  • Tidak dapat membuat lingkaran

  • Tidak menunjukkan minat pada permainan interaktif

  • Mengabaikan anak-anak lain

  • Tidak menanggapi orang lain selain keluarga

  • Tidak ingin melakukan permainan yang melibatkan imajinasi

  • Tidak bisa mengendalikan diri ketika marah atau kesal

  • Tidak bisa menggunakan kata “saya” atau “kamu” dengan tepat

Baca Juga: 6 Klinik Tumbuh Kembang Anak di Jakarta dengan Layanan Lengkap