Kumparan Logo

Tanda Waspada saat Anak Kena Influenza

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak balita mengalami infuenza atau flu. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak balita mengalami infuenza atau flu. Foto: Shutter Stock

Anak yang terkena influenza umumnya mengalami demam, lemas, batuk, atau pilek. Namun, orang tua tetap perlu memerhatikan kondisi anak karena influenza juga bisa berkembang menjadi lebih berat.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), mengatakan orang tua dan pengasuh harus bisa menjadi “radar” utama untuk memantau kondisi anak, terutama pada anak yang masih kecil dan belum mampu menjelaskan apa yang dirasakannya.

Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan, yaitu aktivitas, asupan cairan, dan kondisi urine.

Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock

1. Perhatikan Aktivitas Anak

Saat demam, anak memang bisa terlihat lebih lemas dan banyak tidur. Namun, setelah demam turun, perhatikan apakah anak kembali beraktivitas dan berkomunikasi seperti biasanya.

Jika anak tetap terlihat sangat lemas atau aktivitasnya jauh berbeda dari biasanya, orang tua perlu waspada.

2. Pastikan Anak Tetap Mau Minum

Selain aktivitas, asupan cairan juga penting diperhatikan. Saat sakit, nafsu makan anak bisa saja menurun. Namun, kebutuhan cairan tetap harus dijaga.

“Perhatikan juga apakah anak masih mau minum. Makan mungkin berkurang, tetapi asupan cairan harus tetap dijaga,” ucap Prof. Anggraini dalam acara webinar bersama IDAI, Jumat (15/9).

com-Air putih membantu mengencerkan dahak serta meredakan tenggorokan ketika si kecil terserang batuk dan pilek. Foto: Shutterstock

3. Pantau Kondisi Urine

Kondisi urine juga bisa menjadi salah satu petunjuk apakah anak mendapatkan cukup cairan. Menurut Prof. Anggraini, jika anak masih buang air kecil sekitar setiap empat jam, hal tersebut menjadi salah satu tanda bahwa asupan cairannya cukup.

Bagi anak yang masih menggunakan popok, orang tua bisa memerhatikan apakah popok masih basah sekitar setiap empat jam.

Sebaliknya, jika jumlah urine berkurang atau popok tetap kering, orang tua perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock

Segera ke IGD Jika Muncul Tanda Bahaya

Orang tua perlu segera membawa anak ke IGD jika muncul tanda-tanda, seperti: sulit dibangunkan, sangat gelisah dan berbeda dari biasanya, mengalami kejang, bernapas cepat, tampak kebiruan, atau bahkan perdarahan.

Selain itu, anak yang tidak buang air kecil hingga sekitar enam jam juga perlu segera mendapatkan pemeriksaan.

“Jika anak tidak sanggup minum atau popok tetap kering, segera bawa ke dokter atau IGD,” pungkasnya.

Dengan memerhatikan perubahan aktivitas, kemampuan anak minum, serta frekuensi buang air kecil, orang tua dapat lebih cepat mengenali ketika kondisi influenza pada anak mulai membutuhkan penanganan medis.

kumparan post embed