Kumparan Logo

Tekanan Darah Rendah saat Hamil, Apakah Berbahaya?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil yang darah rendah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil yang darah rendah. Foto: Shutterstock

Tekanan darah rendah atau hipotensi saat hamil sebenarnya hal yang wajar terjadi. Perubahan hormon kehamilan sering kali bisa menurunkan tekanan darah terutama pada trimester pertama dan kedua.

Dilansir Medical News Today, menurut American Heart Association, tekanan darah yang normal berkisar pada 120/80 mmHG. Sementara jika tekanan darah ibu hamil berada di angka 90/60 mmHG atau kurang, dokter akan mendiagnosis bahwa Anda mengalami hipotensi.

Hipotensi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sistem peredaran darah yang tidak lancar karena pembuluh darah sedang mengembang untuk mengalirkan darah ke rahim, terlalu lama berdiri atau terlalu lama berbaring. Meski begitu, Anda harus tetap waspada karena tekanan darah rendah ini bisa menjadi tanda komplikasi awal kehamilan seperti kehamilan ektopik, di mana sel telur yang dibuahi berkembang di tempat lain selain di rahim.

Selain itu, ibu hamil yang mengidap hipotensi dikhawatirkan bisa jatuh pingsan yang berisiko terhadap kesehatan janin. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jane Warland, peneliti dari University of South Australia, Australia, tekanan darah rendah yang terjadi terus-menerus selama masa kehamilan juga memiliki efek negatif pada hasil kehamilan, termasuk lahir mati dan berat badan lahir rendah.

ibu hamil sakit Foto: Shutterstock

Lalu bagaimana mengetahui gejala ibu hamil mengalami hipotensi? Dilansir Healthline, berikut ini beberapa gejala darah rendah bisa Anda deteksi sendiri.

- Merasa pusing terutama pada saat berdiri dan duduk

- Pingsan

- Mual

- Kelelahan

- Penglihatan kabur

- Haus yang tak biasa

- Kulit lembab, pucat, atau dingin

- Pernapasan cepat

- Kurang konsentrasi

Ilustrasi ibu hamil mengalami kram perut Foto: Shutterstock

Nah, jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya Anda menghindari bangun secara tiba-tiba ketika sedang duduk atau berbaring, jangan berdiri untuk waktu yang lama, makan dalam porsi kecil sepanjang hari, jangan mandi atau berendam air panas, cukup minum air putih, dan pakailah pakaian yang longgar agar peredaran darah lancar.

Sebenarnya, selama 12 minggu pertama, seorang ibu hamil mungkin akan mengalami hipotensi, dan tekanan darah akan meningkat lagi saat kehamilan memasuki trimester ketiga. Namun jika Anda mengalami pingsan atau pusing bersama dengan sakit kepala yang parah, penglihatan yang berubah dan sesak napas, sebaiknya segeralah temui dokter untuk mendapat pengobatan lebih lanjut, Moms.